1
Sen. Sep 21st, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PROTES BIAYA RAPID TEST: SOPIR TRUK JAWA-BALI, NGLURUG DPRD BULELENG

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Sejumlah sopir yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Truk Jawa-Bali dan Suka Duka Air Telaga, sopir truk logistic, Senin (22/6/2020) nglurug Gedung DPRD Buleleng, diJalan Veteran No2 Singaraja, Bali.

Para sopir itu menyampaikan keberatan mereka seputar biaya rapid test yang kini dinilai sangat mahal bagi para sopir tersebut.

Kehadiran perwakilan sopir dari dua organisasi berbeda itu diterima langsung Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH, bersama Wakil Ketua DPRD Buleleng Dra. M. Putri Nareni, Ketua Fraksi PDIP Ketut Ngurah Arya, I Nyoman Gede Wandira Adi,ST, H. Mulyadi,S.Sos.M.HI dan Ir. Gede Wisnaya Wisna

Kepada dewan, perwakilan Paguyuban Sopir Truk Jawa-Bali, Kadek Bagiarta menjelaskan bahwa sebagai sopir penghasilan mereka sangat sedikit dan sekarang harus dibebani pembayaran rapid test yang cukup mahal, sangat memberatkan ia dan rekan-rekannya.

“Saya bekerja sebagai sopir paket Jawa-Bali, dengan penghasilan rendah kami harus mengeluarkan lagi biaya untuk rapid test. Saat ini, kami harus bayar biaya rapid test di Gilimanuk sebesar Rp. 280.000 untuk 7 hari sedangkan untuk rapid test di Buleleng sebesar Rp. 350.000 tetapi di kabupaten Jembrana biayanya hanya Rp. 15.000,” keluhnya mewakili rekan-rekannya.

Baca Juga :  IDUL FITIRI 1441 H: SERUAN BERSAMA TOKOH MUSLIM DI BALI

Pada kesempatan itu kepada dewan para sopir itu meminta agar pemerinta bisa mencari solusinya. “Kami perwakilan Paguyuban Sopir Truk Jawa-Bali meminta kepada pemerintah daerah untuk bisa mencarikan solusi terkait dengan biaya rapid test yang kami anggap sangat memberatkan. Kami berharap pemerintah bisa mempertimbangkan (digratiskan) untuk para sopir pengangkut logistik kebali sehingga tidak mengurangi pendapatan kami sebagai sopir truk,” ujarnya memohon.

Pada saat yang sama DPRD Buleleng juga menerima audensi dari Suka Duka Air Telaga sopir truk logistik Kabupaten Buleleng. Ketua Perwakilan Suka Duka Air Telaga Ketut Sunarta mengatakan keberatanya terhadap kebijakan Pemprov Bali untuk biaya rapid test yang sangat mahal bagi sopir truk. Selain itu, Sunarta meminta Pemkab Buleleng untuk bisa membenahi keamanan dan fasilitas bongkar muat (cargo) yang ada di Jalan Ahmad Yani Singaraja yang berada di wilayah Desa Baktiseraga.

Menurutnya, kondisi keamanan di terminal bongkar muat sangat memperhatinkan sehingga para sopir truk tidak berani meninggalkan truk ketika menunggu antrian bongkar muat barang dan juga fasilitasnya sangat minim.

Baca Juga :  Kadivmin jabar mimpin Tabur Bunga Di Taman Pahlawan di Hari Dharma Karyadika 2019

“Kita hanya ingin kesepatan yang sudah disepakati pada saat pemindahan terminal bongkar muat dari Kampung Tinggi ke Jalan Ahmad Yani Baktiseraga terkait dengan keamanan fasilitas terminal dan waktu izin bongkar masuk dalam kota bisa dilaksanakan sesuai kesepakatan,” sorot Sunarta.

Bagaimana tanggapan Dewan? Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna,SH, mengapresiasi para sopir logistik yang sudah menyampaikan aspirasinya ke dewan Buleleng. DPRD Buleleng, kata Supriatna, akan berkoordinasi dan berdiskusi dengan Bupati Buleleng dan Satgas COVID-19 bagaimana menyïkapi keluhan dari para sopir logistik.

“Mudah-mudahan ada jalan keluar semacam kebijakan-kebijakan yang bisa diterima oleh semua pihak baik itu para sopir, pelaku usaha dan pemerintah daerah mengingat kita juga harus menjaga kesehatan warga Buleleng dan juga memikirkan para sopir truk karena adanya tambahan biaya yang menjadi beban,” jelas kandidat wabup Buleleng dari PDIP 2024 mendatang itu.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *