20 Januari 2021

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

MEREKAM JEJAK MADE TEJA MEMBUDIDAYAKAN PORANG DI BULELENG

2 min read

LOVINA-JARRAKPOSBALI.COM – Tanaman porang merupakan jenis umbi-umbian yang dikenal dengan nama iles-iles. Porang termasuk ke dalam spesies Amorphophallus muelleri. Tanaman porang juga dapat dimakan karena masih serumpun dengan suweg dan walur

Saat ini tanaman porang mulai dikembangkan dengan cara budidaya di Kabupaten Buleleng, Bali.

Adalah Made Teja, S.Sos, yang menjadi pioner pembudidayaan porang di Kabupaten Buleleng. Mantan anggota DPRD Buleleng itu melakukan budidaya porang di bawah bendera CV Indo Porang Bali.

Rabu tanggal 22 juli 2020 di Hotel Puri Bedahulu, Pantai Hepi Tukadmungga, Lvoina, saat rapat pengurus HKTI Kabupaten Buleleng, Teja yang merupakan Direktur CV Indo Porang Bali, diberi kesempatan melakukan presentasi tentang budidaya porang.

Diceritakan bahwa tanaman porang telah mengangkat harkat seorang pemulung di Madiun, Jawa Timur, menjadi milioner. Pemulung bernasib muzur tersebut bernama Paidi.

“Di Madiun, di sana ada pemulung menjadi milioner. Kita masih punya sepeda motor, kita masih punya mobil, kenapa tidak bisa tanam porang karena alasan tidak punya uang, itu bohong,” tandas Teja mengawali presentasinya.

Baca Juga :  PARIWISATA: MANTAN KETUA DEWAN JUGA SOROTI IMBAUAN BUPATI BANGLI

Sekarang bagaimana di Bali dan Buleleng khususnya? Sebagai mantan anggota DPRD, Teja mempunyai pandangan jauh ke depan bagaimana tanaman porang ini diberi perhatian oleh pemerintah.

Caranya? Teja meminta HKTI Bali dan Buleleng untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah agar memberikan perhatian terhadap pembudidayaan porang. Karena porang sangat mudah dibudidayakan dan menghasilkan keuntungan yang luar biasa.

“Kalau HKTI memfasilitasi petani porang seperti yang dipaparkan Ketua HKTI Bali dan memberikan anggaran bagi pengembangan budidaya porang, maka Buleleng akan menjadi kaya raya,” papar Teja.

Bahkan Teja menantang HKTI Bali bila mampu mendatangkan subsidi dari pemerintah Rp 2 miliar saja, maka ia akan memberi persen hasil penjualan porang Rp 1 juta per 100 kg. “Kalau HKTI mampu mendatangkan bantuan dari pemerintah atau dari investor Rp 2 miliar saja, maka akan kasih persenan Rp 1 juta per satu kuintal,” tantang Teja.

Pada kesempatan yang sama, Budi Mandala, pendamping petani budidaya porang di Buleleng, menjelaskan bahwa animo masyarakat untuk melakukan budidaya porang sangat besar. “Di Buleleng memang animo masyarakat sangat besar. Karena memang dari tahun 2019 porang itu sudah viral seluruh Indonesia karena ada mas Paiti yang mantan pemulung menjadi milioner,” paparnya.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: DHARMA SATYA ACARYA NUSANTARA TANGANI COVID-19 MELALUI SPIRITUAL

Budi menuturkan bahwa tanaman porang sangat menjanjikan karena eksportir porang terus bertambah. Demikian pula pabrik yang mengolah hasil porang pun terus bertambah dari tahun ke tahun.

“Dan untuk pemain eksportir sendiri tiap tahun bertambah, dan pabrik juga tiap tahun bertambah. Di data kami, di Jawa sendiri ada 10 pabrik dan di Tiongkok ada 100 pabrik. Dan saya dapat informasi dari teman di Jawa Barat bahwa ada grup investasi turun ke Indonesia untuk porang,” ungkap Budi lagi.

Ketua DPD HKTI Kabupaten Buleleng, I Ketut mertaya, menyatakan dukungan terhadap pengembangan dan pembudidayaan porang di Buleleng. Mertaya menyatakan HKTI siap memfasilitasi kepentingan petani porang dengan pemerintah untuk mendapatkan perhatian pemerintah.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *