Berita

Diduga Tak Berijin, Proyek Pembangunan Res Area Di Pekutatan Dihentikan Dinas Terkait

JEMBRANA, jarrakposbali.com | Diduga tidak memenuhi persyaratan perijinan dalam pelaksanaannya, pengerjaan proyek pembangunan res area di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana dihentikan Dinas terkait.

Proyek yang memanfaatkan lahan tidur milik Desa Adat Pekutatan ini sudah memasuki tahap perataan tebing dengan menggunakan alat berat, yang proses pengerjaannya di berikan kuasa penuh kepada pihak kedua atau pihak rekanan.

Dikabarkan dalam pemanfaatan hasil galian tersebut pihak rekanan tidak melakukan sesuai dengan ketentuan yang disepakati, dimana pihak rekanan tidak di ijinkan untuk membawa keluar atau menjual hasil galian tersebut diluar untuk pengerjaan proyek atau kepentingan Desa Adat.

Informasi dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana, sebelumnya pihak rekanan sempat mengajukan permohonan ijin untuk menjual hasil galian proyek tersebut. Namun ditolak dikarnakan hal tersebut diluar kewenangan Dinas Daerah.

Bendesa Adat Desa Pekutatan I Made Ariasa saat dikonfirmasi menyebutkan, pemanfaatan lahan tebing milik desa di pinggir jalan utama Denpasar – Gilimanuk tersebut direncanakan ditata untuk pembangunan Baga Usaha Paduen Deda Adat (BUPDA).

Tujuan Desa Adat melakukan pengolahan tersebut sesuai anjuran pemerintah terkait Perda no 4 tahun 2019, dimana Desa Adat diwajibkan mempunyai usaha real yang bergerak di bidang perekonomian di luar simpan pinjam.

Baca Juga :  Made Urip Siap Bantu Pertanian Buleleng
  Jarrak Travel

“Untuk proses pengerjaan dan pengolahan hasil galian itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab puhak rekanan. Kami hanya menunggu hasil dari proses pengerjaannya saja”, ungkapnya, Senin (22/8/2022).

Terkait pemanfaatan hasil galian proyek tersebut yang diduga dijual untuk kepentingan oknum tertentu pihaknya mengaku tidak mengetahui, dikarnakan pihak rekanan sebelum mengeluarkan hasil galian tidak berkordinasi dengan pihak Desa Adat.

Dimana diketahui sebelumnya pihak rekanan sempat mengangkut batu hasil galian menggunakan truk dan sejumlah tanah hasil galian di manfaatkan untuk pengurugan di bagian timur sungai medewi.

Untuk galian yang berlebih, aparat pemerintah menyarankan pihak Desa Adat untuk berkordinasi dengan pihak – pihak dinas terkait dalam hal perijinan, dikarnakan ada material – material yang harus keluar area proyek.

Baca Juga :  Dalam Mendukung Pembangunan Obyek Pengelukatan Tirta Suranadi, Wabub Kasta Ingatkan Pembuatan Perdes Tata Kelola Objek Wisata.

“Untuk ijin kami masih tindak lanjuti. Sebelum ijin itu clear, sementara pengerjaan proyek tersebut kami hentikan”, ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait ijin pengerjaan proyek, dikarnakan rencana awal tidak ada hasil galian yang akan dikeluarkan dari area proyek, pihaknya hanya cukup bersurat kepada Pemerintah Daerah untuk menyampaikan terkait tujuan pengolahan lahan tersebut.

Sedangkan dari awal pengerjaan proyek pihaknya mengaku belum pernah melihat atau ditunjukan ijin dari pihak rekanan terkait proses pengerjaan proyek tersebut.(ang)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: