1
Ming. Sep 27th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

Megibung ala I Nengah Tamba Sh

4 min read

Jembrana.jarrakposbali.com/pl

Tradisi dibali banyak sekali .terkait cara menikmati makanan. yang ada di Pulau sorga ini. Ada yang memiliki kenikmatan  seperti siap saji dan ada yang menikmati makanan dari mencari ikan dilaut sampai di masaknya sendiri baik di bakar maupun di bikin soup dan lain lain lainnya

Tetapi ala Bapak I Nengah Tamba SH ini yang mantan wakil rakyat dari Bumi Makepung ini sangatlah unik dan bersahaja dan membikin akrab dengan masyarakat atau saudara saudaranya di pedalaman baik di desa Akah maupun di desa desa lainnya

Dan cara makan magibung inilah cara yang sangat bagus sekali. Untuk menjalin jalan silahturahmi sehingga tidak ada perbedaan yang Baik  pejabat ataupun yang rakyat biasa.

Kita semua sama dan bersaudara. Hal  ini sangat bagus sekali .karena bisa menilai secara universal tidak ada bedanya kita semua bersaudara dan jabatan hanya titipan dan sebentar semua akan turun dan memakai baju  andaikan seperti pejabat seperti jadi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setelah 5 tahun kembali lagi menjadi Rakyat terus harus berjuang lagi untuk berbuat baik.kalau masalah politik itu semua masalah kekuaaaan dan kepentingan.ada yang suka dan ada yang mendukung itu sudah Hukum alam.

Tetapi masalah isi perut dan cara komonikasi yang sopan tidak ada kaitannya dengan Politik melainkan cara kita sehari hari. untuk menghadapi hidup kita sampai mati. didalam bermasyarakat adat di bali. Masalah baju disaat menjadi pejabat dan berpeneng dan ada Logo Pemerintah  di dalam baju apakah abadi .saya kira tidak dan berani menjawab tidak abadi jabatan itu dan baju pejabat itu Hanya sebentar

entah kapan dibukanya bisa diperjalan masa sebelum paripurna dinasnya seperti Putu  liong sebelum habis waktunya sudah berhenti dikarenakan di duga ada melakukan Perbuatan melawan Hukum karena pertemuan pertemuannya disaat menjabat dianggap ada dugaan Motif  yang tidak boleh dilakukan oleh pejabat Negara. Padahal mau membantu.

Contohnya pejabat negara tidak boleh ketemu sama orang yang ada kaitannya dengan Jabatannya apalagi hasil pertemuan itu menghasilkan perbuatan melawan Hukum itu tidak boleh.  Yanh seharusnya bapak saya melaporkan kalau ada motif motif seperti itu kepeneggak Hukum sehingga tidak bertentangan dengan tugasnya. Contoh lain Peneggak hukum bertemu dengan keluarga yang sedang berperkara contohnya juga tidak boleh. Saking ketidak tahuan si Putu liong sewaktu menjadi pejabat dia melakukan itu sehingga putu harus menerima Hukuman dari negara

Baca Juga :  PASANG TRAFICON BANTU URAI KEMACETAN DI SIMPANG SUNSET ROAD

dan saya sebagai anaknya menyarankan untuk menerimanya . Jangan melawan KPK dan mengakui Kesalahan adalah Bagus dan Mulya.timbang timbang berkelip dan Walau dihati sangat sedih. Karena ayah saya seorang pekerja sosial dan tidak pernah menyerah untuk membantu orang. Kadang saya punya kepentingan yang sangat  urgent urusan saya pergi ke Joga waktu itu sebelum ayah saya menjadi Dpr dan saya mau liburan meminta uang untuk beli sesuatu di jogjakarta. Terus tiba tiba ada tetangga yang membutuhkan biaya untuk operasi dirumah sakit  apa yang ayah saya lakukan saya disuruh menderita ngak bawa uang ke jogja dan biaya makan saja dan biaya belanja tidak ada.

Tetapi waktu itu jengkel sekali. Namun saya lihat positifnya tetangga saya jadi sembuh dan sehat . Saya jadi bangga juga sama bapak saya. Selalu berbuat baik.

Apalagi Kalau  ayah saya punya uang selalu di kasi orang yang tidak mampu diam diam. Ada yang dikasi mobil di baturiti dan mobil baru lagi entah bagaimana ceritanya sepeda motor ke kasikan ke orang orang padahal di rumah masih kekurangan.

Kok bapak saya rela berkorban seperti itu. .tetapi saya tidak berpikir negatif .itu semua untuk kerjaan sosial dan membantu orang yang tidak mampu.

Makanya Hukum positif kita tidak selalu bisa dijalankan sesuai dengan adat istiadat kita dibali banyak contoh seperti  ini saya jelaskan ini kejadian di Klungkung .seorang anak mau mengantarkan neneknya kerumah sakit ke rumah sakit  di Klungkung terus digandeng dengan sepeda motor sesampai di baypas kusamba jatuh kesrempet truk dan neneknya meninggal .

Terus ada polisi yang menanganinya dan neneknya meninggal dirumah sakit. Terus apa yang terjadi. Anak itu ditahan dan dipenjara akibat kelelaian. Ini ada kekosongan Hukum menutut saya. Bagaimana cara menilainya secara logis. Karena menghilangkan nyawa orang. Padahal itu neneknya. Contoh contoh seperti itu.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: GARA-GARA KELOMPOK AHLI GUBERNUR, KINI STAF DPRD BULELENG TERPAPAR COVID-19

Sama juga contoh ayah saya. Disaaat menjabat terus ketemu dengan temennya dari padang terus minta tolong urus anggaran dan bapak saya mengenalkan temennya dari Partai lain yang membidanginya untuk mengurusnya     .karena Bapak saya  punya moto saling tolong menolong dan tidak ada kaitannya dengan dengan infrastruktur  melainkan  Hukum dan Ham atau low and Human right tugas dan pungsinya di DPR Ri Komisi III sedangkan Infrastruktur Komisi V ngak ada kaitannya. Tetapi kembali tadi suka menolong. Akhirnya kejerat Hukum

Saya selaku anaknya I gede  putu sudiarta tetap semangat. Karena Perbuatan orang tua saya dan Bapak nengah Tamba sangat baik.sewaktu Bapak saya  acara mesimekrame ke jembrana saya selalu dukung dan saya ingatkan kepada ayah. Tolong berbuat baik kepada siapapun dan jangan melihat agama.  Saya  ingat pesan Nenek kepada Bapak saya di depan saya di Rumah sanur .

**KITA SEMUA SAMA**

Kalau menolong orang jangan pandang bulu bantu semasih bapak bisa .ungkap saya.selaku penulis berita ini dan selaku direktur dijarrak group.saya bangga sama Pak nengah tamba sudah membantu bapak saya dan membantu masyarakat jembrana. Masalah berbuat tentu ada batasnya. Sebisanya berbuatlah.

Jarrakposbali.com/igede putu sudiarta

 

 

kalau ada perbuatan melawan Hukum ,bisa juga sampai akhir masa jabatan.kita tidak pernah tahu. Ini andikan pejabat atau penyelenggara negara

Semua akan mati. Mari kita samakan persepsi. Bahwa kita adalah sama. Semua bersaudara kata putu yang selaku penulis ini dan kenal sama Bapak nengah Tamba yang merakyat dan mengalami Pahitnya di politik. Kalau kita memiliki moto yang sama pasti perselisihan akan tiada. Agama apapun itu .kita sama kita Bersaudara

Semasih kita makan dari mulut terus Keluarnya dari pantat kita bersaudara. Mari perbedaan itu kita jadikan kesenian dengan adanya perbedaan negara kita terbentuk makanya ada bhineka Tunggal ika.

Magibung ini simbol keharmonisan mari pertahankan cara cara seperti ini ungkap putujarrak dan akan membawa efek yang sangat baik untuk kerukunan beragama dan keamanan secara masif

Jarrakposbali.com/putu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *