21 Januari 2021

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

COVID-19: PEKAK ASAL TEJAKULA MENINGGAL DUNIA

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Virus mematikan asal Cina, corona, kian mengganas di Buleleng, Bali. Sebagai bukti, satu lagi pasien COVID-19 meninggal dunia.

Data terbaru yang diterima media ini dari GTPP COVID-19 Kabupaten Buleleng, menyebutkan bahwa seorang pria tua berusia 61 tahun kembali menambahkan pasien meninggal dunia COVID-19 di Bali Utara itu.

Pekak alias kakek itu berasal dari satu desa di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Senin (21/9/2020). “Pasien berumur 61 tahun, laki-laki, asal Kecamatan Tejakula meninggal dunia 21 September 2020, kormobid CKD (ginjal,” demikian pernyataan dari jurubicara GTPP COVID-19 Buleleng, Ketut Suweca, Selasa (22/9/2020) siang.

Baca Juga :  KASUS KWS PAKISAN: DINILAI JALAN DI TEMPAT, WARGA NGLURUG POLRES BULELENG

Bagaimana kronologisnya? Suweca menceritakan bahwa pasien datang ke IGD RS KDH tanggal 13 September 2020 dengan keluhan berupa demam sejak 2 hari disertai batuk. “Akhirnya meninggal dunia 21 September 2020 kemarin,” paparnya.

Terkait perkembangan penanganan COVID-19 di Kabupaten Buleleng per hari Selasa (22/9/2020) siang, Suweca menyebutkan bhawa kasus konfirmasi kumulatif di Buleleng sebanyak 773 orang. Perinciannya pasien sembuh sebanyak 706 orang; pasien meninggal dunia berjumlah 29 orang; pasien yang sedang dirawat di Buleleng sekitar 38 orang; serta pasien yang dirawat di luar Buleleng sebanyak 1 orang.

Baca Juga :  PIALA DUNIA U-20: MENTERI PUPR BASUKI TINJAU STADION KAPTEN I WAYAN DIPTA GIANYAR

Kasus suspect di Buleleng kumulatifnya 925 orang. “Rinciannya kasus suspect konfirmasi sebanyak 421 orang, discarded 409 orang, suspect masih dipantau sebanyak 63 orang, dan probable berjumlah 32 orang,” urai Suweca.

Kontak erat kumulatif di Buleleng, sebut Suweca, sebanyak5.673 orang. Suweca merinci kontak erat konfirmasi sebanyak 247 orang; discarded sejumlah 5.022 orang; karantina mandiri berjumlah 205 orang; serta kontak erat menjadi suspect sebanyak 199 orang. “Kasus konfirmasi non suspect atau kontak erat sebanyak 105 orang,” pungkas Suweca.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *