29 November 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

FGD Sinergitas Polri Dengan Pemuda, Ormas, Tokoh Agama dan Tokoh Adat di Bali Menjaga Kamtibmas Kondusif di Wilayah Hukum Polda Bali

2 min read

Denpasar, JPB – Tingginya eskalasi tensi politik menjelang Pilkada ditambah sejumlah aksi demo belakangan di tanah air khususnya di wilayah hukum Polda Bali, jajaran Kepolisian Polda Bali menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan sejumlah Tokoh, Pemuda, Ormas, Tokoh Agama dan Tokoh Adat berlangsung di Hotel Aston Denpasar Bali, Kamis (22/10/2020).

Kegiatan yang dimaksudkan sebagai upaya menjaga Kamtibmas diwilayah hukum Polda Bali mengingat Bali sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia yang otomatis menjadi barometer situasi keamanan Indonesia di mata Internasional.

Acara yang dibuka oleh Wadir Intelkam Polda Bali AKBP Wahyudi S.I.K., menyampaikan pentingnya menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Polda Bali dengan melibatkan semua unsur masyarakat sebagai satu syarat terciptanya Kamtibmas yang kondusif.

“Ini yang kesekian kalinya kita menyelenggarakan forum group diskusi, mungkin ada yang sudah dua kali kita kumpulkan karena hal yang kita bicarakan adalah hal yang penting esensinya. Disinilah perlunya sinergi antara kami sebagai aparat keamanan dengan tokoh agam, tokoh adat, pemuda dan ormas, ada yayasan dan disinilah perlunya kita bersinergi dengan tujuan bagaimana kita menjaga Kamtibmas, Ajeg Bali dan sebagainya sesuai yang kita harapkan,” ujar AKBP Wahyudi dalam sambutannya.

Baca Juga :  SI JAGO MERAH NGAMUK, PULUHAN KANDANG AYAM DAN BABI DI KEROBOKAN HANGUS TERBAKAR

Sekda Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali Drs I Made Rentini, AP, M.Si., sebagai Kepala Satuan Tugas Covid-19 dalam sambutannya mengapresiasi kegitan ini. Ia mengingatkan kepada semua peserta diskusi untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

“Untuk kegiatan yang dilangsungkan didalam ruangan harus memperhatikan standar protokol VDG (Ventilasi, Durasi dan Jarak), artinya ruangan harus memiliki ventilasi dengan sirkulasi udara yang memadai, durasi waktu yang digunakan tidak terlalu lama idealnya paling lama 3 jam. Serta jarak antara masing-masing peserta, dengan bergegang pada aturan yang direkomendasikan idealnya 1,5 sampai dengan 2 mtr,” ujarnya mengingatkan.

Baca Juga :  LAKALANTAS: SENGGOL BUS, SISWA SMPN 2 SINGARAJA TEWAS

Turut hadir Ketua MUI Bali H.M Taufk Adi.S.Ag,Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Dir Binmas Polda Bali diwakili AKBP Pawitra ( Kasubdit Bin Polmas Dit Binmas Polda Bali ), Ketua BPW LSM Jarrak Bali I Made Rai Sukarya, Ketua Yayasan Kesatria Kris Bali I Ketut Ismayajaya, Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., Ketua PW Muhammadyah, Ketua PW Ansor Provinsi Bali, Senkon Mitra Polri Provinsi Bali, Manggala Pecalang Provinsi Bali, FP NKRI, FP NKRI, Pekat Bali, Komnaspan Bali, FKPPI serta Flobamora Bali.

Diharapkan dari Focus Group Discussion (FGD) ini dapat dijadikan contoh bagi masyarakat Bali untuk secara aktif bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing demi tercapainya Kamtibmas yang kundusif diwilayah hukum Polda Bali.(*ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *