BeritaBulelengDaerah

Araaah Kadeee…! Tak Mau Diajak Wik Wik, Video Mesum dengan Mantan Pacar Disebar ke WhatsApp

BULELENG, jarrakposbali.com | Kadek Astrawan alias Gembul (26), tidak bisa berkutik saat jajaran Satreskrim Polres Buleleng Membekuknya pada Rabu (20/4/2022) lalu.

Pemuda asal Banjar Dinas Lebah Mantung, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Buleleng ini dibekuk Polisi karena diduga telah menyebarkan video mesum melalui aplikasi WhatsApp (WA) secara berantai.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan berdasarkan barang bukti yang diamankan petugas, Gembul tidak bisa menyangkal perbuatannya telah menyebar rekaman video mesum tersebut. Alhasil, diapun meringkuk di jeruji besi.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya dikonfirmasi redaksi jarrakposbali.com mengatakan, video mesum yang beredar tersebut diperankan Gembul (pelaku) dengan KS (18), yang tidak lain adalah mantan pacar pelaku.

Baca Juga :  PEMKAB BULELENG "BACK TO TOWN", FOKUS PADA RTH

Dalam video yang tersebar tersebut berisi adegan KS (korban) sedang melakukan adegan tidak senonoh (oral sexs) dengan terduga pelaku. Video berdurasi 3 menit, 31 detik tersebut diduga di rekam pelaku dengan menggunakan kamera Handpone milik pelaku dan di rekam pada 8 Februari 2022.

“Saat video mesum tersebut di rekam, pelaku dan korban masih berpacaran. tak lama berselang mereka putus,” ujar Semarjaya, seijin Kapolres Buleleng, Jumat (22/4/2022).

Jarrak Travel

Berbekal rekaman video mesum itulah, pelaku kemudian mengancam korban akan menyebar video tersebut, jika korban tidak mau melayani nafsu bejat pelaku. Karena ancaman itulah, korban kemudian melaporkan perbuatan pelaku.

“Dari hasil penyelidikan, diduga kuat pelaku telah menyebarkan rekaman video mesum tersebut. Karena itu pelaku kemudian diamankan dan ditahan untuk proses penyidikan,” ujar Sumarjaya.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: PELAKSANAAN PAWAI OGOH-OGOH DI BULELENG DIBATASI

Dari penangkapan terduga pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, 1 buah HP OPPO Reno2 F CPH 1989 warna hitam biru, IMEI 1 : 863851044217497 dan IME 2 : 863851044217489.

Terduga pelaku disangka telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE Jo pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 dan/atau pasal 45 B Jo pasal 29 uu nomor 19 tahun 2019 ancaman hukuman 6 tahun penjara dan atau denda 1 miliar rupiah.(dewa darmada)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: