1
Kam. Sep 24th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

VIRUS CORONA: GTPP COVID-19 BALI BILANG AKTIVITAS MASYARAKAT BALI LEBIH LONGGAR

2 min read

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sabtu (23/5/2020) mengklarifikasi pemberitaan di sejumlah media terkait dianggap menginstruksikan warga boleh keluar rumah bekerja atau beraktivitas normal ditengah pandemi COVID-19 ini.

Seperti dilansir Humas Pemprov Bali melalui situs resminya mengemukkan bahwa menurut Dewa Indra yang juga Sekprov Bali ini, pemberitaan tersebut keliru dan perlu diluruskan. Pemberitaan di sejumlah media tersebut merujuk pada pelaksanaan presconference Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali pada Jumat (22/5/2020) sore.

Pada kesempatan tersebut Dewa Indra menanggapi harapan pemerintah pusat agar Bali bisa memulai kehidupan New Normal. “Bali ini adalah salah satu daerah yang tidak menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Karena itu, maka aktivitas masyarakat di Bali ini sesungguhnya lebih longgar dibandingkan dengan daerah yang menerapkan PSBB. Kalau aktivitas yang lebih longgar ini kita wujudkan menjadi kerja yang lebih produktif dengan tetap menjaga disiplin yang kuat dalam protokol kesehatan ini, maka kita berharap menjadi lebih baik. Karena pemerintah pusat ini sebenarnya sangat ingin Bali bisa menjadi leading untuk menormalisasi situasi ini,” terangnya.

Baca Juga :  HUMAN INTEREST: DHARMA WANITA PERSATUAN PROVINSI BALI BANTU ANAK YATIM DI DUSUN SUKALUWIH

Namun pejabat asal Desa Pemaron, Singaraja, itu menegaskan jika Pemprov Bali dan GTPP COVID-19 berhati-hati dalam menyikapinya. Mengingat saat ini masih terjadi kasus transmisi lokal yang tumbuh dari hari ke hari yang harus di waspadai.
Ditambahkan Dewa Indra, jika nantinya transmisi lokal tersebut bisa dihentikan maka kita bisa memulai melakukan produktivitas tersebut.

Baca Juga :  BESOK POS SEKAT LABUAN LALANG DITUTUP

“Kami Pemerintah dan Gugus Tugas tentu memahami bahwa work from home, stay at home sudah cukup lama. Tentu menimbulkan kejenuhan dan bahkan juga menimbulkan hal-hal yang kurang positif dari sisi produktivitas, dari sisi perputaran perekonomian dan lain sebagainya,” jelasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *