1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

KASUS OROK DIMAKAN BIAWAK: KETUT FSK NGAKU ‘MAKE LOVE’ DENGAN BANYAK PRIA

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Setelah penyidik kepolisian menetapkan Ketut FSK, 17, sebagai tersangka dalam kasus pembuangan orok bayi di Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Pemuteran, Gerokgak, Minggu (7/6) lalu, kini ada pekerjaan rumah baru bagi polisi.

Tugas berta polisi sekarang adalah mencari ayah biologis bayi yang sempat dimakan biawak tersebut. Pasalnya, tersangka Ketut FSK kepada polisi mengaku melakukan hubungan badan dengan beberapa pria sebelum dia hamil. Polisi akan melakukan tes DNA untuk memastikan ayah biologis dari bayi yang dilahirkan dari rahim FSK.

“Ya, kami sudah menetapkan satu tersangka, yakni FSK,” kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, Selasa (23/6/2020).

Baca Juga :  PIALA EROPA 2020: UEFA TUNDA EURO 2020 HINGGA 2021

Menurut Sumarjaya, untuk membuka lebih jauh kasus pembuangan orok bayi itu, polisi perlu melakukan langkah lebih lanjut terutama tes DNA terhadap bayi. Hasilnya, kata Sumarjaya, akan bisa menguak lebih jauh keterlibatan pihak lain terutama untuk memastikan ayah biologis bayi tersebut.

“Saat ini baru satu tersangka. Namun hasil tes DNA akan bisa menyeret pihak lain. Keterangan tersangka,sebelum hamil dia melakukan hubungan badan dengan beberapa pria,” ungkapnya.

Karena itu, katanya, polisi belum punya alasan menetapkan tersangka lain sebelum dipastikan ayah biologis dari bayi yang dilahirkan FSK. “Jadi, kemungkinan ada tersangka lain akan ditentukan hasil tes DNA,” tandasnya.

Baca Juga :  MOSTOFA PIMPIN IMIGRASI SINGARAJA, ARTAWAN DILEMPAR KE PAPUA

Sebelumnya, polisi berhasil melacak keberadaan orang tua bayi yang ditemukan tengah dimangsa biawak pada Minggu (7/6/2020) lalu. Ketut FSK, 17, siswi sebuah SMKN Gerokgak ini diketahui sebagi pembuang bayi usai melahirkan sendirian saat tengah malam. Sayang, pacar FSK enggan bertanggungjawab sehingga FSK panik dan mengaku nekad membuang bayinya setelah menemukan kenyataan dia dipaksa menghadapi situasi menegangkan itu sendirian.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *