1
Sab. Sep 26th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PAMIT CARI BAMBU KE KEBUN, KOMANG BAGIARSA MALAH TEWAS DI JURANG

2 min read

KUBUTAMBAHAN-JARRAKPOSBALI.COM – Naas! Pamitan kepada keluarga hendak ke kebun mencari bambu, Komang Bagiarsa malah tidak pulang dan keesoknya ditemukan tewas di pinggir jurang kebun milik warga Pakisan.

Inilah tragis yang dialami Komang Bagiarsa, 30, warga Banjar Dinas Kanginan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Bagiarsa itemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi kepala di bawah dengan luka lebam di wajah. Diperkirakan korban Bagiarsa tertimpa batu.

Kasubbaghumas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, SH, menjelaskan bahwa pada hari Rabu (22/7/2020) sekitar pukul 15.00 wita, korban Bagiarsa pamit ke keluarganya untuk mencari bambu di kebun, namun sampai pukul 18.00 wita korban Bagiarsa tidak kunjung pulang.

Baca Juga :  COPPA ITALIA, SEMIFINAL: INTER TERJUNGKAL DI KANDANG

“Kemudian pihak keluarganya bersama-sama Bhabinkamtibmas dan aparat Desa Bontihing melakukan pencarian di lokasi kebun miliknya sampai ke tebing perkebunan sampai larut malam pukul 02.00 wita. Namun korban tidak diketemukan, akhirnya pihak keluarganya dan aparat desa melakukan pencarian hari Kamis (23/7/20202) pagi pukul 06.30 wita, korban diketemukan di pinggir jurang kebun milik warga Pakisan,” tutur Sumarjaya.

Kata Sumarjaya, korban pada saat pergi untuk mencari bambu dan pohon bunut di tebing dengan menarik batang pohon bunut yg ada batu besar kemudian terjatuh dengan posisi terjerembab dan meninggal.

Di sekujur tubuh, sebut Sumarjaya, korban Bagiarsa mengalami luka-luka seperti cedera kepala di bagian muka sampai hidung dengan muka lebam, lecet di kaki sebelah kanan akibat tertimpa pohon bunut dan batu.

Baca Juga :  RESMIKAN WANTILAN PADANGAJI, GUBERNUR AJAK IKUTI TATA NILAI KEHIDUPAN LELUHUR

Kemudian kakak korban bernama Made Wastika bersama-sama warga membawa korban pulang ke rumah dan dilakukan pemeriksaan oleh bidan dan Puskesmas Pembantu (Pustu), alhasil korban dinyatakan meninggal dunia akibat cidera kepala berat dan retak pada hidung korban.

“Pihak keluarga seperti Wayan Subrata, orangtua korban, menerima dengan ikhlas atas musibah yang dialami anaknya. Dan membuat pernyataan menerima dengan ikhlas atas kematian korban,” pungkas Sumarjaya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *