BeritaDaerahHukum dan Kriminal

Adv. Wayan Sumardika Tegaskan, Agar hati-hati dengan Pinjol 

 

DENPASAR,jarrakposbali.com | Telah banyak kasus nasabah yang terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal yang meresahkan.

Walaupun telah ditutup, pinjol ilegal yang baru terus ada. Satgas Waspada Investasi (SWI) kembali menemukan dan menutup 172 entitas fintech atau pinjaman online, yang dikenal sebagai pinjol ilegal, sepanjang Juli 2021.

Hal serupa disampaikan Adv.I Wayan Sumardika,SH,CLA. dikatornya di Jalan Muding Indah no 99x Kerobokan Badung, Kamis (22/7). Begitu banyak kasus pengaduan masyarakat terkait dengan pinjol yang ditanganinya,tetapi usaha pinjol tetep saja seperti jamur bertebaran di medsos menawarkan berbagai macam kemudahan untuk mendapatkan pelanggan.

“Pinjol ini melakukan banyak strategi dalam mendapatkan pelanggan didukung oleh medsos dan sistem informatika yang canggih untuk mempermudah pelanggan mengakses situs-situsnya,”kata Adv.Sumardika.

Baca Juga :  DESA ADAT SANGKET TANGGAPI MADE TEJA: “DASARNYA PESUTRI, NYEPI ADAT BUKAN LOCKDOWN”

“Sehingga, menarik orang untuk meminjam dengan hitungan menit sudah bisa mendapatkan pinjaman,memang mudah tetapi tanpa disadari mereka sudah masuk dalam jebakan sistemnya mereka,”ucap Adv.Sumardika.

“Yang lebih mengerikan adalah ketika pemimjam sudah jatuh tempo, mereka akan menangih dengan caranya, menelepon berulang-ulang,menekan dan lebih parahnya lagi mereka akan menyebarkan identitas sipemimjam kepada teman-temanya yang dataya sudah direcord oleh sistemya mereka,”imbuh Adv.Sumardika.

Dimasa perekonomian sulit untuk saat ini, memang pinjol adalah alternatif yang mudah tetapi, tidak didukung oleh kemampuan masyarakat untuk mengembalikan karena pandemi yang berkepanjangan.

Baca Juga :  Operasi Patuh Agung, polisi bagikan masker di Klungkung

“Saya berharap pemerintah segera bisa mengatasi permasalahan ini, karena masyarakat kecil betul-betul tidak bisa berbuat apa-apa,”tegas Adv.Sumardika.

Sementara,”kebutuhan dan kewajiban dari masyarakat yang tidak bisa untuk ditunda, sampai kapan masyarakat akan mampu bertahan, sudah barang tentu ada batas kemampuan mereka untuk bertahan,”jelas Adv.Sumardika.

“Kalau, kebijakan ini tidak dibarengi oleh sistem yang bisa mempermudah atau bisa membantu untuk meringankan beban masyarakat, saya kawatir akan adaya benturan atau gesekan yang bisa menjadi dampak tidak baik buat Bali secara keseluruhan,” pungkas Adv.Sumardika.(td/JP).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: