Berita

Araaah Kadeee…! Tak Becus Bekerja, Rekanan “Sakit” Disperindag Gianyar Didepak

GIANYAR, jarrakposbali.com ! Dinilai tidak profesional dan lalai melakukan pekerjaan, akhirnya Citra Prasasti Kencana KSO didepak dari pekerjaan revitalisasi pasar Ubud oleh Pemkab Gianyar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Pemutusan kontrak kerja tersebut dilakukan lantaran hingga dua bulan lebih masa pengerjaan, rekanan tersebut tidak mampu menunjukan progres kerja yang sesuai harapan. Dimana, kontrak kerja revitalisasi pasar Ubud tersebut dimulai per 17 Mei 2022.

Sebelum kontrak diputus, perusahan “sakit” tersebut sudah tiga kali diberikan teguran dari Pemkab Gianyar. Disamping itu rekam jejak PT. Citra Prasasti Konsorindo yang mengerjakan revitalisasi pasar Ubud tersebut masuk daftar hitam alias perusahan “sakit” Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Parahnya, perusahan tersebut masuk daftar hitam sejak 18 Mei 2022 atau sehari setelah penandatanganan kontrak kerja dengan Disperindag Gianyar. Karena itulah, Selasa 19 Juli 2022 lalu Pemkab Gianyar memutuskan kontrak kerja dengan perusahan tersebut.

Sebelum pemutusan kontrak kerja, Disperindag telah melayangkan tiga kali surat peringatan yakni pada tanggal 20 Juni, 29 Juni, dan 30 Juni 2022, dan disusul surat pemberitahuan rencana pemutusan kontrak pada 4 Juli 2022.

Baca Juga :  Dibantu Tim Korawa Unit 1 Reskrim Polres Jembrana, Tim Opsnal Polsek Sukawati Gulung Pelaku Keprok Kaca
  Jarrak Travel

Namun, pihak penyedia tidak bisa menunjukkan perbaikan atas pekerjaannya yang dipermasalahkan Disperindag.

Adapun sebelum diputus kontrak, Citra Prasasti Tri Kencana KSO memenangkan tender atas Konstruksi Revitalisasi Pasar Tematik Wisata Ubud Lanjutan senilai Rp79 Miliar lebih dengan masa pelaksanaan selama 225 hari kalender terhitung sejak tanggal 17 Mei 2022.

Proyek ini dibiayai dari DAK Kementerian Perdagangan RI sebesar Rp72 miliar lebih dan Dana Pendamping dari PAD Kabupaten Gianyar sebesar Rp7,1 miliar lebih.

Kepala Dinas Perindag Gianyar Luh Gede Eka Suary dikonfirmasi wartawan kemarin, membenarkan adanya pemutusan kontrak kerja dengan perusahan tersebut lantaran permasalahan dari segi administrasi adalah pemenuhan Sistem Manajamen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Di mana berdasarkan kajian teknis konsultan manajemen, konstruksi pekerjaan yang dilakukan pihak penyedia tidak memenuhi SMKK. Tidak terpenuhinya SMKK dikhawatirkan tidak terpenuhinya kualitas, mutu, dan biaya.

Selain itu, penyebab pemutusan kontrak berikutnya adalah time schedule atau jadwal pekerjaan yang dinilai oleh konsultan/tim pendamping, tidak rasional. Jadwal pelaksanaan seharusnya sudah dipenuhi sejak awal sesuai kontrak kerja yang telah disepakati.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: MASYARAKAT DIAJAK PRODUKSI MASKER KAIN

“Jadwal pekerjaan mereka datar di awal namun padat di akhir. Satu bulan awal pekerjaannya sedikit di akhir-akhir sangat padat,” beber Eka Suary.

Manajemen jadwal ini, menurut Eka Suary sangat riskan bagi karakteristik wilayah Ubud yang padat. Kepadatan pekerjaan dan ketergesaan mengejar target waktu bisa menyebabkan kelalaian memperhatikan keselamatan lingkungan sekitar.

Pihak penyedia sempat mengajukan surat keberatan atas rencana pemutusan kontrak tersebut dan meminta melanjutkan pekerjaan, namun tidak bisa diterima oleh Disperindag.

Hal tersebut karena pihak penyedia dinilai tidak memenuhi hal-hal prinsip yang dinyatakan dalam surat peringatan yang diberikan.

“Segala sesuatu yang kami minta dalam SP merupakan hal yang sangat prinsip untuk menjadi landasan pekerjaan di lapangan,” ujar Eka.

Pihak penyedia menurut Eka telah lalai melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Berdasarkan hal tersebut dan atas pertimbangan tim pendamping menolak permohonan penyedia untuk melanjutkan pekerjaan dan memutus kontrak kerja per Jumat, 22 Juli 2022.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: