1
Sel. Sep 22nd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

CAMAT BULELENG, DODY: “SAYA INGIN RAWAT BUDAYA KHAS BULELENG”

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Tiga camat di Kabupaten Buleleng, Bali, beramai-ramai mengikuti lelang jabatan Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud). Salah satunya adalah Camat Buleleng Gede Dody S O Askara, S.Sos, M.Si.

Mantan Sekretaris KPU Buleleng dan mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kubutambahan itu menyimpan keinginan mulia. Maka itu momen lelang jabatan Kadisbud dibuka, ia langsung berkeinginan untuk mengikuti proses tersebut.

Ditanya seputar motivasi mengikuti lelang jabatan Kadisbud, Dody hanya berkomentar datar namun mengandung program yang cukup mendalam. “Kita seandainya nanti bisa menjadi Kadisbud, kita akan menyusun pokok-pokok pikiran kebudayaan Kabupaten Buleleng dan panduannya sudah ada, yaitu Permendikbud 45 Tahun2018. Kita akan lakukan step-by-step sesuai dengan Permendikbud tersebut,” ujar Dody saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/2/2020) siang.

Baca Juga :  GUBERNUR KOSTER PENUHI JANJI, BANGUN KANTOR MDA KARANGASEM SENILAI RP 3 M

“Saya ingin merawat budaya khas Buleleng, terutama seni-budaya yang terancam punah,” ujarnya dengan mimik serius.

Ia menyadari bahwa ia tidak bisa menghadapi assessment dengan ilmunya sendiri maka, camat murah senyum ini pun melakukan komunikasi dengan mantan Kadisbud Gede Komang. Ia meminta program-program kebudayaan semasa Gede Komang masih menjabat baik lewat telpon maupun bertatap muka langsung menimba ilmu dari pria berkumis itu.
Dari komunikasi dan konsultasi dengan Gede Komang itulah yang mengetahui banyka program kebudayaan di Disbud Buleleng. Termasuk melakukan pendataan dan identifikasn terhadap segala hal terkait kebudayaan.

“Dan tentu Ini akan sangat memakan energi karena kita hrus melakukan identifikasi terhadap segala hal dan tentunya ada 10 hal pokok objek kebudayaan yaitu manuscript, tradisi lisan, adat-istiadat, britus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional, serta ditambah cagar budaya,” jelasnya.

Baca Juga :  INFO PERBATASAN RI-TIMOR LESTE: SATGAS PAMTAS YONIF RK 744/SYB GELAR DONOR DARAH

Kata dia, untuk melakukan pendataan dan identifikasi dipastikan akan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mempermudah pekerjaan tersebut. “ Ini kita akan lakukan pendataan, analisis, tentu di era milenial ini sangat terbantu oleh teknologi dan akan susun basis data melalui teknologi. Tentu dalam proses ini kita libatkan semua stakeholder di bidang kebudayaan, kita akan bekerjsama dengan universitas,” pungkas Dody.

Penulis: Junior
Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *