1 TERBUKTI SELINGKUHI ISTRI TETANGGA, KETUA LPD PANGKUNGPARUK DICOPOT - Jarrak Pos Bali
29 Oktober 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

TERBUKTI SELINGKUHI ISTRI TETANGGA, KETUA LPD PANGKUNGPARUK DICOPOT

3 min read

Foto Jarrakposbali.com/Francelino: Kelian Desa Adat Pangkungparuk, Gede Arsa Wijaya

SERIRIT-JARRAKPOSBALI.COM – Kisah asrama Pangkungparuk berakhir sedih. Sang Ketua LPD Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, I Made A, 51, akhirnya dicopot dari jabatannya oleh Desa Adat Pangkungparuk selaku pemilik LPD.

Pencopotan Ketua LPD I Made A diambil melalui paruman desa adat karena dianggap bersalah setelah perselingkuhannya dengan perempuan berinisial Ketut PA diakui benar terjadi.

Kabar pencopotan I Made A dari kursi empuk Ketua LPD Pangkungkaruk itu disampaikan langsung Kelian Adat Desa Pangkungparuk, Gede Arsa Wijaya, Rabu (24/6/2020).

Arsa Wijaya menjelaskan, perselingkuhan I Made A dengan Ketut PA, 30, diakui benar terjadi setelah pihak desa melakukan mediasi. Dalam mediasi tersebut I Made A mengakui dirinya berselingkuh dengan Ketut PA dan sempat meminta maaf dengan Nyoman S suami Ketut PA. Namun belum sempat dimaafkan Nyoman S keburu semaput mendengar pengakuan Ketut PA telah kerap berhubungan badan dengan I Made A di sebuah hotel di Kota Seririt.

“Belum sempat dimaafkan,Nyoman S keburu pingsan dan mediasi gagal.Kendati Ketut PA ingin rujuk tapi Nyoman S sudah memutuskan menceraikan istrinya,”jelas Arsa Wijaya.

Atas dasar pengakuan itu, Desa Adat Pangkungparuk menggelar paruman dan terbukti I Made A bersalah sehingga diputuskan mencopotnya selaku Ketua LPD Pangkungparuk.

“Sementara kami istilahkan menon-aktif-kan ketua LPD. Karena akan ada proses pertanggungjawaban pengelolaan LPD yang harus dilakukan I Made A sebelum benar-benar diberhentikan,” jelasnya.

Baca Juga :  DISIPLIN PROKES: SEJUMLAH FASUM DISWEEPING TIMGAB BULELENG

Sementara itu, Nyoman S mengaku sakit hati terhadp I Made A dan beberapa orang yang dianggap punya peran dalam perselingkuhan istrinya. Nyoman S mengatakan, sebelum prahara datang, selama ini kehidupan rumahtangganya baik-baik saja. Namun petaka itu datang setelah I Made A masuk dalam kehidupan rumahtangganya.

“Dia (I Made A) sering kali menelpon istri saya melalui HP yang kami gunakan bersama. Saya tahu itu karena pernah menerima telponnya,” cerita Nyoman S dengan nada kesal.

Diceritakan, awalnya dia tidak begitu mengenal IMA namun sebelum perselingkuhannya terbongkar dia sering ke rumah dengan alasan mengajak masak-masak. “Ada dua orang pegawai LPD yang kerap menjadi perantara antara I Made A dengan istri saya. Dua orang ini punya peran penting menjadi agen penyampai pesan hingga mengantarkan ke hotel tempat mereka melakukan hubungan suami istri,” beber Nyoman S.

Kedua agen “berahi” oleh Nyoman S disebut bernama Yusila Dewi dan Luh Darmi yang diduga punya peran penting menyukseskan perselingkuhan I Made A dan Ketut PA. “Keduanya sering ke rumah bahkan salah satu diantaranya yang membawakan HP agar I Made A bisa bicara dengan Ketut PA. Istri saya tidak punya HP ,”ucapnya.

Baca Juga :  Sejarah Pulau Bali dari rekaman Media Jarrak dan tour info

Bahkan, kata Nyoman S, salah satu anaknya yang masih duduk di bangku SD kelas III, sering memergoki Ketut PA menutup pintu kamar saat menerima telepon dari I Made A. “Pernah ibunya (Ketut PA) diingatkan oleh anak kami yang paling kecil agar tidak berhubungan dengan I Made A nanti ketahuan bapak,” kisahnya.

Yang paling menyakitkan, kata Nyoman S, foto mesum mereka dikirim langsung oleh I Made A ke HP miliknya dan diketahui salah satu anak mereka. “Setelah itu saya memutuskan menceraikan Ketut PA,”tandasnya.

Sementara, proses hukum masih terus berlanjut. Penyidik Satreskrim Polres Buleleng sempat turun ke Desa Pangkungparuk untuk memeriksa saksi korban maupun pelaku.

“Polisi datang dan memeriksa I Made A serta Nyoman S menindaklanjuti kasus laporan perselingkuhan yang terjadi,” jelas Perbekel Pangkungparuk, Ketut Sudiarsana.
Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, membenarkan kasus dugaan perselingkuhan di Desa Pangkungparuk sedang didalami pihak penyidik. Hanya saja Sumarjaya mengaku belum mengetahui kasus mana yang tengah diproses.

“Ada tiga laporan yang dilakukan oleh pelapor, yakni soal pelanggaran UU ITE, Pornografi dan perzinahan. Yang mana di-stressing kita tunggu perkembangannya,” tandasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *