BeritaBulelengDaerahPendidikan
Trending

Cegah Kekerasan Seksual Lewat Pendidikan Karakter dan Nilai Hukum

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Untuk mencegah adanya kekerasan seksual, maka secara bersama-sama harus melakukan penguatan melalui pendidikan karakter dan nilai hukum.

Di lingkungan perguruan tinggi, ada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS), Undiksha kemudian memanfaatkan hal itu untuk melakukan upaya PPKS.

Mereka melakukan upaya PPKS dengan penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai hukum, melalui Seminar Nasional Civic Law 3, pada Kamis, 23 Juni 2022.

Berlangsung secara hybrid, seminar ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Akademisi Universitas Gadjah Mada yang juga Wakil Dekan III Fakultas Hukum, Dr. Heribertus Jaka Triana, S.H., LL.M., M.A.

Dan Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha, Prof. Dr. I Made Yudana, M.Pd.

Itakimo

Upaya PPKS utamanya di lingkungan perguruan tinggi harus dengan benar disosialisasikan kepada civitas akademika.

Hal tersebut dalam rangka meningkatkan wawasan tentang bentuk serta pencegahan mengenai tindakan tersebut.

Ini juga termasuk dengan perbuatan yang masuk dalam kategori tindak pidana kekerasan seksual.

Hal itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha, Prof. Dr. Sukadi, M.Pd., M.Ed., saat membuka acara tersebut.

“Ini sangat penting kita lakukan karena tema nilai-nilai karakter dan hukum sangat berkaitan dengan penanggulangan kekerasan seksual di perguruan tinggi itu menjadi kebijakan nasional,” ujarnya.

“Itu harus betul-betul bisa kita sosialisasikan supaya civitas akademika betul mengerti,” katanya didampingi Ketua Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M.

Baca Juga :  Astaga, Kakek ini Tewas di Kamar Hotel Saat Kencan dengan Wanita Panggilan
Baca Juga :  Astaga...! Diduga Kurang Dikelola Maksimal, Pelaksanaan Festival Wolobobo Dikritik Warga
Baca Juga :  2.222 Santri Rayakan Hari Santri Nasional 2022 di Buleleng

Banyak kecenderungan mengarah ke kekerasan seksual

Menurutnya, sejauh ini banyak kecenderungan di masyarakat yang tidak disadari mengarah pada tindakan kekerasan seksual.

Tentunya tindakan-tindakan itu dapat menimbulkan rasa malu pada seseorang kepada lawan jenis.

Sehingga melalui penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai hukum, sehingga hal demikian dapat dicegah.

Ia juga menyebutkan, bahwa FHIS Undiksha juga telah memasukkan pendidikan karakter dan nilai-nilai hukum ke dalam matakuliah yang relevan.

Seperti pendidikan multiculture, pengantar ilmu hukum, dan studi masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ni Putu Rai Yuliartini, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini juga diikuti oleh perguruan tinggi lain di Bali dan di luar Bali.

Dia berharap melalui kegiatan ini muncul gerakan bersama dalam mencegah kekerasan seksual. (fJr/JP)

 

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: