Berita

Hari Anak Nasional Momen Pembentukan Karakter Anak yang Tangguh 

MANGUPURA, jarrakposbali.com ! Hari Anak Nasional jatuh pada Sabtu, 23 Juli 2022, diharapkan sebagai tonggak pembentukan karakter anak Indonesia menjadi anak yang tangguh dan berkepribadian baik, termasuk tercukupi dibidang pendidikan dan perlindungannya.

Terlebih belakangan ini, publik dibuat tercengang akan maraknya kasus kekerasan sksual yang menjadikan anak sebagai korban. Hendaknya dalam peringatan hari anak Indonesia ini dijadikan momentum agar anak-anak tidak lagi menjadi korban kejahatan.

Dalam pembentukan karakter anak, guru atau tenaga pendidik memiliki peran yang sangat penting, disamping peran orang tua dan lingkungan. Terlebih saat ini memasuki era digitalisasi.

Guru atau tenaga pendidik yang dijuluki pahlawan tanpa jasa dituntut untuk melek perubahan dan perkembangan teknologi terutama untuk mendidik dan membentuk karakter anak.

“Kami komitmen untuk mengabdikan diri dengan sepenuh hati mendidik dan membentuk karakter anak didik,” ujar

Baca Juga :  ALI USMAN, MANTAN PEMAIN AREMA, GELAR COACHING CLINIC DI SERIRIT
  Jarrak Travel

Ni Made Sunilawati, Kepala SD No.4 Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal Badung, kemarin.

Menurutnya, dalam mendidik, memang mengalami berbagai rintangan. Suka dan duka selalu ada, terlebih di jaman digitalisasi ini harus mampu mengubah mind set dengan tidak meninggalkan identitas atau jati diri anak itu sendiri.

Dalam memberikan pendidikan, menurut Sunilawati, tentu ada perubahan pola karena harus mengikuti tuntutan kemajuan teknoligi. Pengalaman hidup juga harus diberikan sebagai pembelajaran terhubung dan teritegrasi dengan kecerdasan yang dimiliki semua anak. Tentunya akan lebih berhasil jika orang tua mampu bersenergi dengan tenaga pendidik.

Baca Juga :  CEO Jarrak Media Group Terima Kunjungan Dari Perwakilan Jarrak Kepri

Untuk membangkitkan semangat belajar anak didik, perlu dukungan orang tua, masyarakat dan juga lingkungan, termasuk upaya memberikan perlindungan terhadap anak perlu sinergi antara pendidik, orang tua, lingkungan maupun pemerintah.

Sunilawati asal Banjar Lambing, Desa Sibangkaja berharap agar para orang tua lebih komunikatif dengan buah hatinya sehingga tidak kebablasan dengan arus teknologi sehingga kemajuan teknologi itu tidak berdampak buruk terhadap kepribadian anak.(x)

Penulis : Bratayasa

Editor : Dewa Darmada

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: