1
Kam. Sep 24th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

KASUS PENGANIAYAAN PMII DI PAMEKASAN: PMII BALI-NUSRA KECAM TINDAKAN PREMANISME POLISI

2 min read

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Tindakan premanisme yang dilakukan oknum anggota polisi terhadap beberapa anggota PMII yang terlibat dalam aksi demo penolakan galian tambang illegal di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jatim, mendapat kecaman PMII Bali-Nusa Tenggara.

Seperti diketahui dalam aksi brutal oknum polisi yang melakukan pukulan bahkan tendangan terhadap 3 orang kader PMII, menyebabkan ketiga korban luka parah dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Nah, menanggapi hal itu, Aziz Muslim Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC. PMII Bali-Nusa Tenggara), mengambil sikap tegas mengecam tindakan represif oknum polisi tersebut.

Baca Juga :  UNIT PPA POLRES BULELENG DILAPORKAN KE KAPOLRI

“PMII sebagai organisasi kemahasiswaan, tidak boleh dikotori oleh pihak manapun. Advokasi publik setiap kader PMII merupakan jalan idealisme untuk membela hak-hak rakyat. Jangan sampai ada produk keamanan yang gagal membina anggotanya dalam hal ini (Kepolisian), sehingga harus mencedrai Hak Asasi Manusia dalam berpendapat di muka umum,” ungkapnya.

Lebih lanjut Aziz menghimbau kepada seluruh kader PMII se-Bali-Nusa Tenggara, untuk turun melakukan aksi demonstrasi di depan kantor kepolisian di daerah masing-masing dengan tuntutan yakni meminta Kapolri Jendral Pol Idham Aziz, dan mencopot dan memecat Kapolda Jawa Timur.

Hal yang sama diungkapkan Herman Jayadi, Ketua PC. PMII Kota Mataram. Herman menyatakan polisi seharusnya bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  SATPOL PP BULELENG BAGI-BAGI MASKER GRATIS KEPADA MASYARAKAT

“Bukan malah bermain pencak silat karate dengan masa hingga melukai mencedrai anggota dan kader PMII saat melakukan aksi, ini kan konyol namanya,” kritiknya.

Herman pun mengutuk tindakan represif oknum polisi terhadap kader PMII, hingga menuntut Kapolri Jendral Pol.Idham Aziz, agar memecat Kapolres Pamekasan. “ Serta mencopot title kepolisian oknum polisi yang merusak citra dan nama baik institusi,” tutup Herman.

Penulis: Francelino
Editor: Nyoman Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *