1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

VIRUS CORONA: PASIEN COVID-19 YANG BARU ABK KAPAL DARI SULSEL

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Tampaknya perkembangan COVID-19 di Kabupaten Buleleng, Bali, tidak stabil. Satu dua hari tidak ada penambahan pasien positif corona, tetapi hari berikutnya muncul lagi pasien positif corona.

Hari ini sesuai keterangan Sekretaris GTPP COVID-19 Kabupaten Buleleng, Bali, Drs Gede Suyasa, M.Pd, ada penambahan pasien positif corona sebanyak dua orang. Yakni terkonfirmasi PDP 112 dan PDP 113.

“Terkonfirmasi PDP 112 dulu merupakan OTG sempat kontak dengan PDP 104 ini satu pekarangan. PDP 112 dirapid test pertama negative, lalu rapid test kedua hasilnya reaktif. Kemudian dilakukan swad, dan hari ini keluar hasil swab keluar positif,” ungkap Suyasa dalam keterangan pers secara virtual, Kamis (25/6/2020) siang.

Menariknya satu pasien terkonfirmasi yakni PDP 113 adalah non-Buleleng. Ia ternyata adalah anak buah kapal (ABK) yang bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. PDP 113 ini berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel). “ Yang bersangkutan belum sempat kontak, belum sempat turun dari kapal di Celukan Bawan,” jelas Suyasa yang juga Sekkab Buleleng itu.

Suyasa mengaku bahwa saat ini GTPP COVID-19 Kabupaten Buleleng sedang melakukan koordinasi dengan GTPP COVID-10 Bali karena pasien PDP 113 dari daerah lain (Sulsel). “Ini sedang di RSP Giri Emas, dan sedang kita berupaya rujuk ke provinisi karena ini antara daerah,” ungkapnya.

Baca Juga :  GEBYAR BAZAR GALUNGAN BKOW: WUJUD KEPEDULIAN UNTUK BANGKIT BERSAMA

Pada kesempatan itu, Suyasa yang juga Ketua Umum Askab PSSI Buleleng itu menyampaikan bahwa pasien terlama yang dirawat di RS Pratama Giri Emas (RSP GIMAS) sudah sembut.

Dialah pasien PDP 42 yang menjalani perawatan selama 53 hari dan 26 kali tes swab. “Pasien 42 yang sembuh dirawat selama 53 hari, dengan 26 kali swab. Swab 25 dan 26 negatif. Terapi khusus tetap mengikuti tim medik. Tetapi yang bersangkutan cukup sabar dan tetap mengiktui motivasi yang diberikan tim medik di RSP Giri Emas, sehingga bisa sembuh di hari ke-53,” urai Suyasa.

Terkait data perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng menunjukkan bahwa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi secara kumulatif di Buleleng sebanyak 93 orang, sembuh secara kumulatif 81 orang, dalam perawatan sebanyak 11 orang dan satu orang di rujuk ke Denpasar. Untuk jumlah PDP Negatif secara kumulatif sebanyak 19 orang, masih dirawat dua orang, PDP terkonfirmasi enam orang.

Baca Juga :  TINGKATKAN KEPATUHAN LHKPN, KPK DORONG INSTANSI TERBITKAN ATURAN INTERNAL

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 121 orang, ODP yang masih dipantau saat ini sudah tidak ada, selesai masa pantau 112 orang dan ODP terkonfirmasi sembilan orang.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 1.885 orang, OTG selesai masa pantau sebanyak 1.632, sedangkan OTG yang masih karantina mandiri sebanyak 174 orang, dirawat di Giri Emas satu orang, dan OTG terkonfirmasi 78 orang.

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 3.922 orang dengan rincian 3.754 orang diantaranya sudah selesai masa pantau selama 14 hari dan sisa yang masih dipantau sebanyak 168 orang. Terdiri dari pekerja kapal pesiar berjumlah 152 orang, TKI lainnya terdapat lima orang, pulang dari luar negeri ada satu orang, serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia berjumlah 10 orang.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *