20 Januari 2021

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

NY PUTRI KOSTER TAMPIL DI ACARA “PEREMPUAN BALI BICARA”

3 min read

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Ny Putri Koster cukup sibuk. Ia tampil di berbagai acara. Seperti Jumat (24/7/2020) Ny Putri Koster yang Ketua TP PKK Provinsi Bali itu tampil di acara “Perempuan Bali Bicara”, di Denpasar.

Acara yang mengusung tema “Pendampingan Belajar Anak di Rumah di masa Pandemi COVID-19” itu ITRI Gubernur Bali DR Ir I Wayan Koster, MM, ini sebagai narasumber bersama Prof DR dr Luh Ketut Suryani MD dari Suryani Institute For Mental Health.

Pada kesempatan, Ny Putri Koster menyampaikan bahwa untuk mencegah penyebaran Virus Corona di lingkungan sekolah, pemerintah mengambil kebijakan anak-anak belum bisa belajar seperti biasa di sekolah, melainkan dengan melakukan proses pembelajaran di rumah masing masing.

Penerapan kebijakan ini, kata firstlady Bali ini, tentu saja menimbulkan berbagai permasalahan tidak hanya menyangkut kesiapan sarana prasarana belajar secara online seperti gadget, laptop dan kuota internet, namun juga menuntut kesiapan serta peran orangtua dalam hal mengawasi dan membantu proses belajar anaknya di rumah.

“Berbagai persoalan lain pun muncul di mana orangtua merasa terbebani karena harus mengajar anaknya di rumah, di mana biasanya proses pembelajaran dilakukan oleh guru di sekolah dalam situasi normal. Hal ini tentu saja menimbulkan rasa ketidaknyamanan baik dari sisi orang tua ataupun anak itu sendiri,” jelas Bunda Putri – sapaan Ny Putri Koster seperti dilansir Humas pemprov Bali.

Dipaparkannya, Anak menjadi stres akan beban pembelajaran yang harus diikuti dan diberikan guru, dan di sisi lain orangtua juga stres dengan tugas barunya, yakni tidak biasa mengajar anak-anaknya. “Stres yang timbul dapat menurunkan imun tubuh dan membuat rentan tertular virus, di samping pola yang tidak tepat bisa menyebabkan trauma pada anak,” sambungnya lagi.

Baca Juga :  TABRAKAN MAUT DI DEPAN MARKAS, PRAJURIT RAIDER 900/SBW SIGAP MENOLONG KORBAN

Untuk itu, Bunda Putri mengajak para orangtua untuk berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan penuh kasih sayang dalam proses belajar anak di rumah. Jangan sampai proses belajar di rumah menjadi hal yang mengerikan dan memberi trauma tersendiri bagi anak nantinya.

“Anak-anak kita sudah cukup trauma dengan keadaan sekarang di mana mereka tidak bisa bertemu teman- temannya, bermain bersama dan situasi ini sudah cukup sulit bagi mereka. Untuk itu, mereka perlu suasana yang nyaman, penuh kasih sayang dan dukungan penuh dari orang tua agar anak-anak bisa belajar dengan baik tanpa beban, dan paling penting tidak menimbulkan trauma bagi mereka,” [a[ar mantan penyiar TVRI Pusat ini.

Ia meminta para orangtua unutk mengambil himah di balik berbagai permasalahan yang timbul dari belajar dari rumah. Misalnya, memanfaatkan waktu ini untuk mendekatkan hubungan dengan anak, yang biasanya orang tua sibuk di luar untuk bekerja. Dengan kasih sayang serta perhatian yang kita berikan kepada anak, akan membuat anak merasa nyaman dan mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang berkarakter serta berkepribadian di masa depan.

Sementara itu narasumber lain, Prof DR dr Luh Ketut Suryani MD dari Suryani Institute For Mental Health menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 telah memberikan trauma tersendiri bagi anak-anak. Hal ini dikarenakan mereka tidak bisa melakukan aktivitas sebagaimana mestinya seperti bermain bersama teman dan pergi ke sekolah. Kemudian trauma mereka akan bisa bertambah ketika mereka harus belajar dari rumah dalam suasana penuh tekanan, stres dan tidak nyaman.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: KISRUH PEMBAGIAN SEMBAKO DI KARANGASEM, INI PENJELASAN KABAGHUMAS

“Hal ini sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak dan bisa menimbulkan trauma yang panjang bagi anak. Situasi belajar yang seharusnya menyenangkan menjadi hal yang menakutkan ketika orang tua di rumah tidak bisa memberikan rasa nyaman dalam belajar kepada anak anak. Belum lagi permasalahan penggunaan teknologi atau gadget yang cenderung membuat anak kurang aktivitas secara fisik dan hanya sibuk dengan gadgetnya,” jelas Prof Suryani.

Prof Suryani juga menyoroti tugas-tugas sekolah yang diberikan kepada anak. Anak-anak, kata dia, diminta menyebutkan nama dan data dirinya yang kemudian diupload ke media sosial, di mana menurutnya hal ini sangat berbahaya menyebarkan data anak secara luas. Untuk itu pihaknya meminta agar para pemangku kepentingan bisa bisa duduk bersama mencari solusi yang terbaik terkait pola pembelajaran anak anak di masa pandemi Covid 19 ini.

“Bagaimana agar anak anak dalam belajar tidak merasa tertekan dan nyaman. Jangan sampai anak-anak kita pandai secara akademis, tetapi mental mereka cedera dan mereka memiliki trauma yang mendalam,” pungkas Prof Suryani.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *