Berita

Luar Biasa, Seminggu Kelompok Tani Kakao Merta Abadi Ekasari Hasilkan Dua Ton Biji Kakao

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Budidaya kakao di Jembrana terus berkembang pesat. Selain mampu menembus pasar ekspor, diikuti juga produksi disektor hulu yang makin meningkat.

Salah satunya, Kelompok Tani Kakao Merta Abadi, desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana yang kini bisa menghasilkan 2 ton biji kakao basah setiap minggunya.

Kadek Suantara Ketua Kelompok Tani Kakao Merta Abadi saat tatap muka dengan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Rabu (24/8/2022) mengatakan, produksi kakao terus mengalami peningkatan. Dalam seminggu bisa menghasilkan dua ton biji kakao basah.

Dalam tatap muka tersebut yang juga diserahkannya bantuan CSR PLN berupa alat pengolahan biji kakao, Kadek Sunarta menjelaskan, saat ini kelompoknya sudah memiliki 29 orang anggota dengan 35 orang pendamping.

Kelompoknya menurut Kadek Sunarta mengelola lahan seluas 200 hektar. Namun saat ini baru sekitar 15 hektar lahan produktif yang sudah menghasilkan. Dari 15 hektar lahan tersebut menghasilkan 2 ton biji kakao basah per minggunya.

 
Baca Juga :  Percepat Vaksinasi : Bupati Tabanan Meninjau Langsung Giat Vaksinasi Merdeka di Baturiti
Jarrak Travel

Bahkan disaat panen raya pada bulan Mei-September, bisa mencapai 6-7 ton biji kakao basah setiap minggunya. Sementara untuk pemasaran di tahun 2022 ini, kelompok tani Merta Abadi telah berhasil memasarkan 20 ton biji kakao, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 11 ton biji kakao.

Sementara itu, Bupati Tamba mengaku bangga atas hasil dan kesuksesan petani kakao di Jembrana. Ia berpesan kepada seluruh petani kakao di Jembrana agar tetap menjaga kualitas kakao serta yang terpenting menjaga kekompakan karena itu adalah kunci keberhasilan.

“Kakao Jembrana itu sudah mendunia, pasarnya sudah ada. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas serta keberlangsungannya secara continue,” ujarnya.

Disamping itu, Bupati Tamba mengatakan sektor pertanian kakao juga merupakan bagian dari persiapan menuju Jembrana Emas 2026. Saat ini petani baru bisa ekspor biji kakao, namun kedepan diharapkan bisa ekspor hasil olahan biji kakao itu sendiri.

Baca Juga :  BANDARA BULELENG: LSM GENUS INGATKAN KEMBALI PEMBANGUNAN BANDARA

“Ditahun emas Jembrana nanti akan ada 6-10 juta wisatawan yang datang ke Jembrana. Saat itu tidak ada lagi cofee morning tapi choco morning. Nah itu semua harus berasal dari produk lokal kita. Saya juga sudah perintahkan dinas terkait untuk mengakomodir segala kebutuhan para petani kakao kita. Karena ini produk unggulan yang sudah mendunia,” terangnya.

Atas bantuan dari CSR PLN pihaknya berterimakasih dan berharap kedepannya bantuan bisa terus diberikan secara berkelanjutan untuk kesejahteraan petani kakao di Jembrana.

Dengan alat pengolahan biji kakao dari CSR PLN menurut Bupati Tamba, akan memberikan nilai tambah yang luar biasa dengan harga pasar hingga tiga kali lipat, dibandingkan berupa biji utuh. Terlebih Ekasari merupakan kawasan desa wisata kakao.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: