Daerah

Mimpi Ni Luh Putu Wulandari

JARRAKPOSBALI – Penenun songket di desa Pesaban bermimpi. Bekerja tiap hari menenun songket  di rumah dan kemudian menjualnya ke pasar. Meraih untung untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ni Luh Putu Wulandari baru duduk di kelas 2 sekolah dasar. Gadis kecil ini belajar menenun songket setelah pulang dari sekolah bersama ibunya tersayang.

Ni Luh Putu Wulandari punya semangat hidup. Menjadi penenun songket kelak meneruskan cita-cita ibunya.

Baca Juga :  Pemeran Video Mandi Di Atas Motor Diperiksa Polres Mojokerto

Siapa tidak tercenung, menyaksikan gadis sekecil ini mulai merasakan getirnya kehidupan ?

Ayahnya hanya seorang tukang bangunan. Kelopak muda tidak boleh layu. Biar menemui jalan lempang ke masa depan !

Desa Pesaban, Rendang-Karangasem termasuk desa agraris. Hampir semua orang bertani. Ibu Ni Luh Putu Wulandari berasal dari desa Sangkungan yang terletak di sebelah timur desa Pesaban asal ayahnya.

Sungai besar Telagawaja membelah dua desa ini. Ni Luh Putu Wulandari dirasuki pemikiran sang  ibu. Menjadi penenun songket.

Baca Juga :  LAKALANTAS: SENGGOL BUS, SISWA SMPN 2 SINGARAJA TEWAS

Bali mewarisi kain tenun songket sejak dulu turun temurun. Di masa sekarang kain songket dikenakan pada hajat pernikahan. Di pasar kain songket tergolong laris dan banyak permintaan.

Ni Luh Putu Wulandari mungkin punya bakat alam. Tinggal diasah sedikit kemampuan menenunnya. Alah bisa karena biasa.

 

Penulis : I Wayan Budiartawan

Editor : Lle

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close