1
Connect with us

Pariwisata

Bali Dan Wisata Budaya

Published

on

JARRAKPOSBALI.COM – Tokoh masyarakat Bali menyokong wisata budaya. Budaya Bali sangat tinggi. Semua orang bisa melihat di relif ukiran pada candi atau pura. Keluhuran manusia Bali juga tercermin pada bahasa dan sastra yang dalam bentuk fisiknya adalah pertunjukan tari, gamelan, wayang dan sendratari. Upacara keagamaan adalah jiwa  keluhuran budaya Bali yang cocok dijadikan ajang wisata budaya.

Kepribadian orang Bali terukur dari budayanya yang menarik minat wisatawan dari seluruh penjuru dunia.
Pemerintah Bali menyerukan ajeg Bali dalam menyambut wisatawan. Industri pariwisata Bali dibanjiri turis dari mancanegara. Wisatawan berkunjung ke Bali ingin melihat sesuatu yang lain yakni budaya Bali yang unik dibandingkan dengan negara manapun di seantero dunia.

Baca Juga :  PANGDAM IX/UDAYANA DEWANTARA PUJI PUNCAK BUKIT TRUNYAN

Strategi dinas keparisataan Bali adalah mendidik remaja di sekolah kejuruan pariwisata setingkat SMK. Dengan demikian tenaga kerja dari Bali sendiri yang mengisi lowongan di hotel-hotel dan restoran yang menjamur di pusat wisata seperti Sanur, Kuta, Nusa Dua dan Ubud di pedalaman Gianyar. Budaya Bali juga mencakup lukisan gaya Ubud dan gaya Kamasan.

Baca Juga :  HOTEL-HOTEL DI BALI ANCANG-ANCANG SAMBUT NEW NORMAL

Segenap pelaku industri di Bali diwajibkan mempromosikan berbagai produk tekstil khas Bali seperti kain endek dan songket. Belajar dari tanah Jawa yang mengusung kain batik sebagai komoditi wisata di sana. Budaya Bali mencakup budaya agraris alias pertanian. Artefak seperti sistem pengairan subak juga menarik dijadikan kemasan wisata budaya.

 

Penulis : I Wayan Budiartawan

Editor : Lle

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

WAGUB BALI JADI NARASUMBER WEBINAR POTENSI DAN PELUARNG PASAR DI THAILAND

Published

on

By

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana, menjadi salah satu narasumber dalam Webinar Potensi dan Peluang Pasar Thailand,di Ruang Wagub Bali, Jumat (7/8/2020) seperti Humas Pemprov Bali.

Dalam paparannya terkait kesiapan pariwisata Bali di era kebiasaan baru , Wagub Cok Ace menyampaikan jika dilihat dari grafik penyebaran virus Corona di Provinsi Bali masih terdapat kasus dimana per 6 Agustus sebanyak 3.644 kasus terkonfirmasi positif Covid 19 dengan tingkat kesembuhan mencapai 86,94 persen dan jika dibandingkan dengan destinasi wisata dunia lainnya kasus di Bali dapat dikatakan lebih rendah dari daerah lainnya.

Wagub Cok Ace memaparkan, keberhasilan Bali dalam menekan penyebaran COVID 19 tidak terlepas dari karakter masyarakat Bali itu sendiri yang mempercayai adanya ‘Rwa Bhineda’ seperti konsep ‘Yin dan Yang ‘ dalam kepercayaan China. Karakter inilah yang membantu masyarakat Bali dalam menghadapi pandemi Corona dan mempercayai bahwa pandemi ini adalah cara alam untuk menjaga keseimbangannya.

Pemerintah dan masyarakat Bali, papar dia, terus berupaya untuk mengatasi penyebaran virus Corona ini baik melalui upaya secara sekala dan niskala. Secara niskala, masyarakat Bali menyelenggarakan sejumlah upacara keagamaan untuk menjaga Bali agar aman dari COVID 19. Upacara yang dilakukan sebagai permohonan maaf atas kesalahan yang telah dilakukan seraya memohon agar kondisi Bali segera membaik.

Baca Juga :  PARIWISATA: MENKO LUHUT BILANG MEMBUKA BALI BUKAN ASAL BUKA

Dari segi sekala, baik pemerintah, masyarakat maupun pihak swasta mengambil tiga langkah penting dalam upaya mencegah penyebaran virus corona yaitu upaya regulasi, sumber daya manusia serta fasilitas kesehatan.

Dari segi aspek regulasi, Cok Ace menguraikan, pemerintah sudah mengeluarkan panduan protokol kesehatan di 14 sektor penting yang berhubungan dengan layanan publik, bisnis dan transportasi. Salah satu contohnya adalah penerapan kewajiban hasil tes PCR negatif bagi para penumpang pesawat International sebagai bukti kondisi kesehatannya ketika memasuki Bali. Disamping itu, penumpang pesawat juga wajib mengisi Health Alert Card yang berisi informasi lengkap terkait kondisi kesehatan penumpang serta orang terdekat yang dihubungi dalam keadaan gawat darurat. Dalam upaya mitigasi, Bali telah menyiapkan 18 Rumah Sakit yang siap merawat pasien Covid 19 dan 7 laboratorium yang dilengkapi dengan 12 alat tes PCR yang bisa melakukan test uji lab sebanyak 2.070 test per harinya.

Baca Juga :  PANGDAM IX/UDAYANA DEWANTARA PUJI PUNCAK BUKIT TRUNYAN

Tidak hanya itu, di sektor swasta semua pelaku industri pariwisata baik itu hotel, restoran, villa dan objek wisata telah menyiapkan dengan sangat baik protokol kesehatanbahkan ada tim verifikasi yang terus memantau kesiapan tersebut sehingga jika nantinya Bali dibuka untuk pasar International, Bali telah siap dengan standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Bali sebagai pulau surga terus berupaya meningkatkan fasilitas baik itu fasilitas kesehatan serta implementasi dari protokol kesehatan. Dengan demikian Bali akan segera kembali menjadi tujuan wisata utama dunia dengan memberikan kenyamanan serta keselamatan bagi para wisatawan dari bahaya penyebaran Virus Corona,” Wagub Cok Ace seraya berharap agar masyarakat Thailand berwisata ke Bali mengingat Bali dan Thailand memiliki persamaan budaya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

WAGUB COK ACE APRESIASI RENCANA FESTIVAL MUSIK DENGAN PROTOKOL KESEHATAN

Published

on

By

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Pandemi COVID-19 yang belum menunjukkan kejelasan kapan berakhirnya serta memberi tekanan ekonomi yang besar terhadap Bali, membuat sebagian pihak berinisiatif mencari cara untuk kembali menghidupkan geliat perekonomian.

Salah satunya adalah panitia Festival Musik Bali Revival 2020 yang menggelar jumpa pers rencana pelaksanaan acara inovatif tersebut di Kebon Vintage Cars, Denpasar, Jumat (7/8/2020).

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengikuti acara jumpa pers tersebut melalui jaringan daring dari ruang kerjanya di Kantor Gubernur Bali. Dalam arahannya Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini menyampaikan dukungan terhadap dimulainya upaya pemulihan ekonomi dengan menggelar acara yang sesuai dengan protokol kesehatan saat ini.

“Saya menyambut baik setiap usaha yang dilakukan yang kiranya memberikan manfaat yang bisa memberikan kesejahteraan khususnya bagi masyarakat Bali Indonesia yang kita cintai,” ujarnya seperti dilamar Humas Pemprov Bali.

Tokoh Puri Ubud ini mengatakan sesungguhnya pemerintah berharap bisa fokus menyelesaikan persoalan pandemi ini sehingga Bali benar-benar bersih dari kasus COVID-19. Namun tekanan ekonomi yang terjadi di seluruh dunia termasuk Bali membuat pemerintah dan masyarakat harus menjalankan dua hal bersama-sama, yakni penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

Baca Juga :  PARIWISATA: MENKO LUHUT BILANG MEMBUKA BALI BUKAN ASAL BUKA

“Kalau di triwulan ke-2 tahun 2019 kita ada pada posisi positif (pertumbuhan ekonomi sebesar, red) 5,80 dan sekarang di tahun 2020 kita mengalami kontraksi yang sangat luar biasa yaitu berada pada minus 10,98. Jadi inilah kondisi ekonomi kita di Bali yang perlu kita sikapi bersama,” katanya

Wagub yang pecinta mobil klasik ini menyadari banyak pihak terdampak dari mandeknya event selama enam bulan terakhir. Namun Wagub mengingatkan agar pelaksanaan festival dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, khususnya dari segi protokol kesehatan. Diantaranya agar menyelenggarakan simulasi sebelum pelaksanaan dan juga memohon keselamatan dari sisi niskala, mengingat tempat acara diselenggarakan, Monkey Forest berdekatan dengan kawasan suci. “Agar tidak saja sukses dalam pementasan tapi betul-betul sukses tidak menimbulkan efek-efek yang sangat kita tidak inginkan,” ujarnya.

Baca Juga :  TOS ARAK BALI, DIPLOMASI CERDAS ALA KOSTER DI HADAPAN MENKO MARITIM DAN INVESTOR RI

Jos Darmawan selaku Ketua Panitia mengatakan acara bertajuk Bali Revival 2020, New Era Festival akan diselenggarakan selama tiga hari tanggal 15-17 Agustus 2020. Acara ini akan menghadirkan total sembilan artis, yakni masing-masing tiga artis per hari. Festival ini akan menghadirkan konsep baru dimana penikmat karya akan menyaksikan penampilan artis dari dalam kendaraannya.

Jro Bendesa Padang Tegal, Ubud, I Made Gandra yang mewilayahi Monkey Forest berharap panitia bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya.

“Besar harapan kami tidak ada kasus (covid-19) yang muncul dari acara ini. Karena ini pertaruhan besar. Jika ada kasus kita akan mundur kembali. Mari kita saling waspada untuk menjaga jarak dan menjalankan standar yang diwajibkan pemerintah,” ucapnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

PARIWISATA BALI: WAGUB COK ACE TANDASKAN DIBUKA BERTAHAP DAN TERBATAS DI KAWASAN TERTENTU

Published

on

By

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menekankan bahwa pariwisata Bali pasca COVID-19 akan dibuka secara terbatas dan bertahap.

“Tidak semua kawasan akan dibuka, hanya yang telah secara baik menjalankan protokol kesehatan-lah yang kita buka, itupun dengan sertifikasi dari pemerintah daerah” tandas Wagub Cok Ace saat menerima jajaran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesia National Air Carrier Association ( INACA) di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Wakil Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (6/8/2020) sore seperti dilansir Humas Pemprov Bali dalam akun FB-nya.

Pemprov Bali sendiri, menurut Wagub, telah mengeluarkan pedoman kesehatan di 14 sektor. Panduan ini ditambah pula ketentuan khusus di sektor pariwisata melalui SOP-nya masing-masing. “Kami cukup bangga, teman-teman pelaku pariwisata yang belum siap secara jujur menyatakan belum siap. Keterlibatan masyarakay juga sampai sekarang masih disiplin dimana Desa adat bahkan membuat sanksi tersendiri terkait protokol kesehatan,” jelas penglingsir Puri Ubud ini.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: KEPADA MENPAREKRAF, GUBERNUR TEGASKAN BALI BELUM BUKA PARIWISATA UNTUK WISMAN

Penerapan SOP protokol kesehatan tersebut menurut Wagub adalah hal yang akan dikedepankan dalam ‘promosi’ Bali terutama setelah pembukaan pintu wisatawan domestik 30 Juli 2020 dan jelang pembukaan untuk wisman medio 11 September mendatang. “Selain protokol kesehatan, untuk karyawan hotel misalnya kita laksanakan tes covid secara berkala. Mudah-mudahan tidak ada halangan sehingga 11 September pintu wisman ke Bali bisa dibuka, selain tentu saja menunggu regulasi pemerintah pusat dan negara lain untuk pembukaan penerbangan,” lanjut Cok Ace.

Dalam sebuah poling secara virtual melalui webinar-webinar, Wagub Cok Ace juga menyebut calon wisatawan dari berbagai negara menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk berkunjung ke Bali, bahkan hingga mencapai angka 80 persen. Dia juga bersyukur penyebaran COVID-19 di Bali tidak separah daerah lain di Indonesia. “Statistik 2 minggu terakhir tingkat kesembuhan hampir 87 persen, Sedangkan tingkat kematian hanya 1 persen. Artinya juga Grafik kesembuhan kami di Bali posisinya masuk fase recovery, dimana jauh lebih banyak yang sembuh,” paparnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua umum PHRI Pusat Hariyadi Sukamdani menyebut momen saat ini adalah dimulainya kampanye traveling sehat guna mendukung dibukanya Bali. ” Kampanye Ini kita lakukan Pertama kali di Bali. Namun ini juga hendaknya tidak pada wacana mengajak masyarakat secara masif untuk mulai bepergian, tapi pada wacana sebagai traveling sehat , sesuai protokol kesehatan sebagai ‘produk’ yang akan dijual,” tandasnya.

Baca Juga :  PANGDAM IX/UDAYANA DEWANTARA PUJI PUNCAK BUKIT TRUNYAN

“Tren yang mulai naik ini adalah kampanye dan merupakan paket menarik untuk masyarakat,” kata Hariyadi.

Sementara itu, Ketua INACA Denon Wiraatmadja meminta kalangan media bisa membantu menyaring berita yang bersifat hoax mengenai COVID-19 untuk menghindari gagalnya upaya bersama untuk pemulihan. “Kita akan buat program yang lebih konkrit untuk kembali percaya pada keamanan transportasi udara atau penerbangan kita,” pungkasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Trending