Berita

Harga Cabai Melambung, Daya Beli Masyarakat Menurun

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Harga beberapa kebutuhan pokok di sejumlah pasar yang ada di Jembrana melambung tinggi. Kondisi ini tentu saja dikeluhkan oleh warga, terutama pengusaha rumah makan.

Seperti halnya cabai, yang mengalami kenaikan semenjak memasuki hari raya galungan. Saat ini harga cabai mencapai Rp 90 ribu per kilogramnya, yang awalnya hanya Rp 20 per kilogramnya.

Begitupun dengan harga bawang, saat ini mencapai Rp 45 ribu kilogramnya. Namun kebutuhan pokok yang lain, seperti telur dan minyak goreng masih dalam kondisi stabil.

Baca Juga :  VIRUS CORONA, SEKKAB SUYASA: “HASIL RAPID TEST POSITIF BUKAN BERARTI POSITIF CORONA"

“Cabai dan bawang harganya naik mulai naik sejak seminggu sebelum galungan. Tapi naiknya bertahap,” ujar Ketut Sari, salah seorang pedagang sembako di pasar Umum Negara, Sabtu (25/6/2022)

Ia juga mengeluhkan, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap daya beli konsumen. Pelanggan yang biasanya membeli cabai lebih dari 5 kilogram, kini hanya membeli 1 sampai 2 kilogram saja.

  Jarrak Travel

Kondisi ini juga banyak membuat para pengusaha – pengusa kecil beralih menggunakan cabai kering atau cabai stok lama yang di bekukan. Cabai dengan kindisi ini hanya dijual Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu per kilo.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: KELIAN BANJAR ADAT KP ANYAR NYEMPROT CORONA

Walaupun kualitas dan rasa yg di hasilkan jauh berbeda, namun mereka mengaku terpaksa menggunakan cabai jenis ini lantaran harga cabai segar sangat tinggi.

Para pedagang dan pengusaha kecil di Jembrana berharap agar kondisi ini dapat segera mendapat perhatian dari dinas terkait. Agar harga bahan pokok kembali stabil dan mereka bisa menggunakan cabai seperti dulu.(x)

Penulis : Angga
Editor : Dewa Darmada

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: