1
Connect with us

Daerah

Perlindungan Ibu Dan Anak

Published

on

JARRAKPOS – BALI – Ni Putu Nilawati masih duduk di sekolah dasar. Tapi malang, kedua orang tuanya bercerai. Masing-masing ayahnya dan ibunya kedua-duanya kawin lagi. Nasib Ni Putu Nilawati terkatung-katung tidak menentu. Bagaimana sekolahnya ? Hidupnya tergantung sang nenek dari garis ayah. Ibu kandungnya menelpon Badan Perlindungan Ibu Dan Anak.

Ibu kandung Ni Putu Nilawati sekarang sudah berstatus menikah dengan ayah tiri baru. Kantor yang dihubungi beroperasi di Denpasar. Oleh pegawai di sana  sang ibu disuruh menghubungi pihak kantor Kabupaten Karangasem. Ni Putu Nilawati menetap di Karangasem karena orang asli Karangasem.

Baca Juga :  BINCANG-BINCANG DENGAN TIRTAWAN: LAKSANAKAN SOCIAL DISTANCING ATAU MALAH CIPTAKAN SOCIAL CROWDED?

Setelah berunding dicapai kata sepakat. Ni Putu Nilawati dipertemukan dengan orang kantor Karangasem di Kecamatan Rendang. Ni Putu Nilawati diwawancarai oleh petugas kantor. Direkam dengan tape recorder sebagai bukti. Akhirnya Ni Putu Nilawati disuruh melanjutkan sekolah  atas jaminan kantor Balai Perlindungan Ibu dan Anak.

Kasus anak gadis SD ini  menarik untuk dicermati. Jika orang tua bercerai. Ke mana sang anak ? Tergantung situasi dan kondisi.  Bisa ikut ayah atau bisa ikut ibu. Pokoknya terserah kesepakatan dua belah pihak yang bercerai. Dalam kasus Ni Putu Nilawati, Badan Perlindungan Ibu Dan Anak menengahi percekcokan keluarga. Jalan keluar ikut ayah.

Baca Juga :  SEPASANG REMAJA MANDI DI PANTAI JIMBARAN, DIHANTAM OMBAK, SATU TEWAS

 

Penulis : I Wayan Budiartawan

Editor : Lle

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

BUPATI BULELENG MINTA MASYARAKAT TERTIB URUS PERIZINAN

Published

on

By

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana, ST, meminta seluruh masyarakat ataupun investor untuk tertib mengurus perizinan. Pengurusan perizinan diperlukan untuk memperlancar segala bentuk usaha ataupun bangunan yang akan dibangun sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Arahan tersebut diungkapkannya menanggapi adanya tower seluler yang disegel dan pengerjaan hotel/villa yang di stop karena belum melengkapi izin, Selasa (11/8/2020).

Bupati Agus menjelaskan, dengan tertib melakukan pengurusan perizinan, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya permasalahan di kemudian hari. Sebaba dalam regulasi (Perda) pun sudah jelas kepada masyarakat agar mengurus perizinan sesuai dengan kebutuhan dan aturan regulasi yang ada. Seperti izin usaha atau izin mendirikan bangunan. “Ini sangat diperlukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga akan memberikan izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Baca Juga :  SEPASANG REMAJA MANDI DI PANTAI JIMBARAN, DIHANTAM OMBAK, SATU TEWAS

Kata dia, tertibnya masyarakat mengurus perizinan sebelum mendirikan usaha ataupun melakukan suatu hal yang berdasarkan aturan membutuhkan izin dari pemerintah. Selain itu, beberapa aspek seperti aspek lingkungan yang sangat mendasar akan dipertimbangkan dalam izin yang dikeluarkan.

“Aspek-aspek lainnya juga dipertimbangkan seperti aspek lingkungan dalam izin yang dikeluarkan. Jika suatu usaha atau pendirian bangunan tidak dilengkapi izin, ya saya minta untuk diberikan sanksi. Itu sudah regulasi,” ujar Agus.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: CV DHIAN MANDIRI BANTU APD KEPADA SATGAS GOTONG ROYONG DESA ADAT NGIS

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

SATPOL PP BULELENG SEGEL TOWER DI BANYUNING DAN VILA DI SEMBIRAN

Published

on

By

TEJAKULA-JARRAKPOBALI.COM – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng mulai bernyali. Kali ini lembaga “penerbit izin” itu mulai tidak kompromi terhadap bangunan bodong alias bangunan liar.

Seperti Selasa (11/8/2020), DPMPTSP atau lebih disebut Dinas Perizinan diback-up Satpol PP Kabupaten Buleleng, Bali, melakukan penyegelan terhadap satu tower seluler di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng dan penghentian pengerjaan hotel/villa di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula.

Menurut Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non-Perizinan A DPMPTSP Buleleng, Ir. Ida Komang Sudita, tower seluler yang disegel tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Baca Juga :  KENAL BOS PIE SUSU DHIAN: DULU BEKERJA DI TEMPAT ORANG, KINI JADI BIGBOSS

Sedangkan untuk pengerjaan hotel/villa yang dihentikan di Desa Sembiran, sebelumnya sudah mengajukan permohonan IMB, namun masih dilakukan penangguhan karena tidak sesuai dengan rencana pembangunannya.

“Izin tanah yang diajukan sebesar 86 are, tapi bangunannya kecil sekali. Ada laporan juga luas tanah keseluruhannya sebesar 35 hektar, rencana pembangunannya belum sesuai,” ungkapnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng, Drs. I Putu Artawan mengatakan tindakan penyegelan ini tentu sudah sesuai dengan regulasi yang ada. DPMPTSP Kabupaten Buleleng sudah memberikan surat teguran sebanyak dua kali terhadap pemilik bangunan dan tower, namun tidak juga diindahkan. Sehingga dilakukan penyegelan sebagai bentuk pembinaan. Jika tidak diindahkan lagi, sesuai dengan regulasi akan dilakukan tindakan pembongkaran.

Baca Juga :  Tari Bonet Dandim 1604/Kupang Beserta Masyarakat Fatukanutu Akhiri Pelaksanaan Binter Terpadu.

“Saya ingatkan setiap pelaku usaha sebelum melakukan usahanya harus mengantongi izin sebelum lanjut ke pembangunan dan operasional. Untuk yang dilakukan penyegelan, jika izin sudah dilengkapi nanti juga kami akan buka penyegelannya, Ini hanya pembinaan saja,” pungkasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

DUKUN CABUL: CIUM NYONYOK MAHASISWI, FERY MERINGKUS DI SEL TAHANAN POLISI

Published

on

By

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Demi cinta seorang mahasiswa, seornag pria bernama Ketut Fery Matana alias Popo, 28, harus berpura-pura menjadi dukun.

Sayang, setelah mendapatkan kesempatan, Popo yang beralamat di Banjar Dinas Palbesi, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, langsung mempraktekkan limu dukunnya. Dalam aksi pengobatannya, Popo malah mencium pipi dan nyonyok alias payudara pasiennya.

Akibatnya, Popo harus berurusan dengan polisi. Sang dukun cabul nan palsu itu dijeratkan dengan beberapa tindak pidana seperti penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul ini. Tersangka ditangkap Tim Opsnal Polsek Seririt berdasarkan laporan Ketut Mardana, 50, beralamat Kelurahan Seririt, Kecamatan Seririt, Buleleng.

“Tersangka yang dikenal korban sebagai dukun, pinter mengobati orang sakit ini dilaporkan dengan tuduhan melakukan penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul,” ungkap Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, Senin (10/8/2020) saat menggeber kasus ini di Mapolres Buleleng Jalan Pramuka No 1 Singaraja.

Baca Juga :  DI BADUNG, TOKO SARANA UPACARA DI KEROBOKAN LUDES TERBAKAR

Kapolres Subawa menjelaskan bahwa kasus dugaan penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul ini terungkap, Selasa (04/8/2020) saat terduga pelaku melakukan pengobatan terhadap PDA, 21, putri dari pelapor.

“Saat diobati, PDA yang kuliah di Denpasar mulai curiga karena selain mencium pipi, terduga pelaku juga mencium payudara. Mendapat perlakuan tak senonoh, PDA langsung menepis tangan terduga pelaku dan mengadukan perbuatan terduga pelaku kepada orangtuanya,” jelas Kapolres Subawa sembari menyebutkan perbuatan cabul tersebut langsung dilaporkan orang tua PDA yang juga merasa tertipu ke SPKT Polsek Seririt.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Seririt langsung melakukan upaya penyelidikan dan menangkap terduga pelaku di rumahnya. “Saat penangkapan, selain tersangka, tim opsnal Polsek Seririt juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain sebilah keris dan satu buah batu warna merah yang bisa menyala dalam air, sarana yang biasa dipakai dalam pengobatan,” terangnya.

Baca Juga :  SATPOL PP BULELENG SEGEL TOWER DI BANYUNING DAN VILA DI SEMBIRAN

Tersangka juga mengakui sempat menerima dana sebesar Rp 3.310.000 dari korban/pelapor sebagai biaya pengobatan.”Tersangka ini, dipersangkakan telah melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul sebagaimana dimaksud pasal 378, 372 dan 290 KUHP, ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” tegasnya.

Bagaimana komenter tersangka Popo? Popo mengakui perbuatannya lantaran butuh uang untuk berfoya-foya dengan pacar, yang merupakan tetangga korban. Setelah dipercaya bisa melakukan pengobatan, tersangka mengaku tertarik pada anak korban berinisial PDA. “Saya tertarik dengan dia,” tandasnya.

Dengan mengatakan PDA sakit, tersangka sempat melakukan pengobatan selama enam hari di Denpasar. Sampai akhirnya, ketahuan segala upayanya merupakan tipu daya untuk dapat mendekati PDA. “Sebenarnya saya tidak bisa apa-apa, semua saya lakukan untuk bisa mendekati dia (PDA,red),” katanya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Trending