1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

KEMBANGKAN PARIWISATA, DISPAR BULELENG AKAN BANGUN TIC

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Untuk lebih mengembangkan pariwisata di Buleleng, Bali, Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng akan membangun Pusat Informasi Pariwisata/Tourism Information Center (TIC) di Lovina.

Kepala Dispar Buleleng, Ir. Nyoman Sutrisna, MM saat dihubungi via telepon , Senin (27/1/2020) mengungkapkan bahwa pembangunan gedung terpadu pariwisata ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan fisik dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Sutrisna menjelaskan, DAK Penugasan fisik dari Kemenpar yang diterima sebesar Rp 1,387 miliar. Dana ini digunakan untuk membangun TIC terpadu di daerah Lovina. TIC ini akan menjadi kantor bersama antara Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Buleleng dan Dispar sendiri.

Kata dia, pada akhir 2019, perencanaan sudah dimulai dan awal tahun 2020 dilakukan tender untuk pengerjaan paket. “DAK Penugasan kita dapat dua yaitu fisik dan non fisik. Fisik kita pakai untuk lanjutan perbaikan pelabuhan dan pembuatan TIC ini. Gambar untuk TIC sudah jadi dari konsultan. Harapannya februari sudah mulai tender,” jelasnya.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BUPATI AGUS CABUT STATUS KARANTINA DESA BONDALEM

Konsep TIC ini, jelas Sutrisna,a akan menerapkan gaya bali. Ada ukiran-ukiran gaya Bali khususnya gaya Bali Utara. Lahan yang digunakan adalah lahan milik Dispar yang selama ini sudah menjadi TIC namun belum maksimal. “Kita akan lebih maksimalkan TIC ini untuk memberikan informasi sekaligus promosi pariwisata Kabupaten Buleleng,” ujar Sutrisna.

Sutrisna pun mengungkapkan, untuk DAK penugasan non fisik, Dispar Buleleng akan mencoba memberikan pelatihan-pelatihan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada di Buleleng. Pelatihan juga akan diberikan untuk peningkatan tata kelola industri pariwisata. Homestay dan pramuwisata menjadi sasaran selanjutnya untuk ditingkatkan pengetahuannya. “Ada beberapa paket pelatihan yang akan dilakukan melalui DAK Penugasan non fisik yang diterima dari Kemenpar,”ungkapnya.

Baca Juga :  E-KTP: PERMUDAH PELAYANAN, SERIRIT DAN KUBUTAMBAHAN BISA CETAK E-KTP

Mantan Kepala Dinas Perikanan ini menambahkan, dia akan segera memasuki masa purnatugas sehingga terus menekankan kepada jajarannya agar kualitas pelatihan-pelatihan tidak menurun. Pelatihan harus dilakukan secara profesional supaya mendapatkan sertifikat yang diakui oleh nasional dan internasional. Seperti apa yang sudah dilakukan pramuwisata atau guide diving dan snorkeling yang sudah mendapatkan sertifikat yang diakui nasional dan internasional.

“Ke depannya, saya harapkan di tahun 2020 tidak hanya guide diving dan snorkeling saja, melainkan guide yang lainnya mengingat anggaran untuk pelatihan sudah meningkat,” tandas Nyoman Sutrisna.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *