BeritaKeagamaan

Sembahyang Chingming/Ziarah Kubur

Oleh : Ws. Chandra Wilantara, Wakil Ketua Peribadatan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Prov. Bali

 

Ibadah Chingming/sembahyang Chingming atau ziarah kubur di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Chengbeng (dialek Hokkian). Adalah salah satu Hari Raya penting bagi umat Khonghucu atau orang Tionghoa pada umumnya. Tetapi juga dilakukan oleh bangsa-bangsa Asia Timur (Korea, Jepang, Mongolia, Vietnam dll) yang termasuk dalam zone budaya Khonghucu, demikian pula oleh suku Tionghoa yg ada di Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, Thailand).

 

Chingming adalah salah satu dari 24 Jie Qi (patokan waktu) berdasarkan penanggalan Kongzili. Perhitungannya adalah 104 hari setelah titik balik matahari pada 23½° LS tg 21/22 Desember, atau 15 hari setelah Chun Fen (21 Maret) saat posisi matahari pada 0° (katulistiwa).

 

Itakimo
Baca Juga :  Sungguh Terlalu! Keranjingan Judi Online, Pria di Gianyar Nekat Nyolong Gamelan Gong

Secara harfiah Chingming berarti cerah dan terang, ching artinya bersih, jernih, cerah; sedangkan ming artinya terang. Pada saat chingming biasanya cuaca cerah dan matahari bersinar terang, saat yang baik untuk melakukan ziarah kubur karena saat itu masih pertengahan musim semi di belahan bumi bagian utara. Pada tahun ini Chingming bertepatan dengan tgl 5 April.

 

Bagi umat Khonghucu, hari Chingming merupakan suatu hari untuk mengingat dan menghormati leluhur atau orang tua yg telah mendahului/meninggal dunia. Kewajiban berziarah ke makam leluhur pada saat Chingming sudah mempunyai sejarah yg sangat tua, sudah dilakukan umat Ru Jiao (Khonghucu) jauh sebelum Nabi Khongcu dilahirkan.

 

Baca Juga :  Rombongan Pemkab Tapin Banjarmasin Terpesona Lihat Kawanan Kera di Sangeh

Upacara sembahyang Chingming memiliki makna filosofi yang sangat tinggi bagi yg sudah meninggal maupun yang masih hidup. Di dalam peristiwa tersebut kita sebagai umat Khonghucu berkesempatan untuk berbakti dan menghormati leluhur yang oleh Tian dijadikan perantara keberadaan kita di dunia ini, mengenang kembali atau refleksi leluhur semasa masih hidup tentang kebaikan dan jasanya kepada kita semua.

 

Bagi kita yang masih hidup perayaan Chingming memiliki nilai-nilai kekeluargaan yang sangat tinggi, dimana kita semua bisa kembali berkumpul untuk menyambung tali persaudaraan dan saling bertukar informasi atau pengalaman.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: