1
Kam. Sep 24th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

COVID-19: MAHASISWA UM KKN PULANG KAMPUNG YAKIN BISA TINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA MURUKAN LEWAT OLAHAN “DODOL SUSU”

2 min read

MALANG-JARRAKPOSBALI.COM – Awal tahun 2020 masyarakat dunia digemparkan oleh berita penyebaran virus yang mematikan dan sekarang disebut coronavirus (COVID-19). Munculnya virus ini telah membuat pemerintah di seluruh negara gelagapan karena tidak hanya mempengaruhi aspek kesehatan masyarakat saja namun juga perekonomian dan aspek lainnya.

Terutama Indonesia, kondisi perekonomian sedang mengalami porak poranda hal ini dibuktikan dengan banyaknya pegawai yang di-PHK tidak hanya pegawai namun para pekerja kasar juga kalang kabut mencari nafkah saat kondisi seperti ini. Maka dari itu, sebagai bentuk upaya membantu masyarakat, mahasiswa dituntut berperan aktif untuk berpartisipasi meningkatkan perekonomian masyarakat.

Situasi yang berubah 180o ini tidak membuat KKN atau Kuliah Kerja Nyata ditiadakan, semakin berkembangnya zaman teknologi pun harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. KKN edisi COVID-19 menjadikan mahasiswa semakin cerdas memanfaatkan teknologi dan melaksanakan KKN secara online. Tentu saja KKN tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasa terjun langsung di desa yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  INFO DEWAN: 3 RANPERDA USULAN EKSEKUTIF DISAHKAN DEWAN JADI PERDA

KKN Pulang Kampung Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah membagi secara daring untuk menjadi beberapa kelompok kecil dengan program kerjanya masing-masing. Salah satu program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa adalah membuat buku panduan dodol susu yang akan diberikan langsung kepada beberapa perangkat desa dan penduduk Desa Murukan sebagai upaya meningkatkan kreativitas warga dalam mengolah susu sapi yang diproduksi disana.

Tim dodol susu ini beranggotakan Krismonabilla Citra Wisesa (FE), Ayu Allfiyah (FIS), Novianti Rizky Nur Aini (FIP), dan Dyah Pittaloka Ismiwardhani (FIK). Mereka dibimbing oleh dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang , Slamet Fauzan, S.Pd., M.Pd., CAAT.

Awal mula munculnya ide pembuatan dodol susu ini karena sangat ingin mendukung salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Murukan yaitu produsen susu sapi. Beberapa masyarakat sebagai peternak sapi perah dengan penghasilan yang terhitung lumayan dan akan sangat menguntungkan jika dapat membuat olahan susu menjadi suatu produk yang tidak menghilangkan cita rasa Indonesia, awet, dan terjangkau. Dodol susu ini terbuat dari susu sapi murni, tepung ketan, tepung beras, santan, gula pasir, gula merah dan garam. Bahan yang di gunakan alami dan memilki banyak manfaat untuk tubuh.

Baca Juga :  In Memoriam Pak Darmawan

“Program kerja kami menghasilkan buku panduan cara membuat dodol susu yang sudah kami praktikkan secara bersama-sama dengan anggota kelompok kami. Tidak hanya cara pembuatan saja, namun juga berisi tentang Desa Murukan dan tentang Dodol Susu. Tidak hanya buku panduan tapi kami juga membuat artikel yang berkaitan dengan dodol susu,” ucap Krismonabilla Citra Wisesa, salah satu anggota tim Dodol Susu.

Harapan tim dodol susu adalah semoga dengan adanya pandemi tidak membuat masyarakat terpuruk dan terdiam saja menghadapi keadaan. Mahasiswa akan membantu masyarakat untuk tetap kreatif mengolah potensi desa yang tidak menutup kemungkinan bukan hanya dodol susu saja namun juga produk olahan susu yang mampu laku di pasaran.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *