1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

INFO DEWAN: DANA HIBAH DEWAN KANDAS DI TANGAN TAPD BULELENG

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Keinginan DPRD Buleleng, Bali, untuk mendapatkan jatah dana hibah/bansos di APBD Perubahan 2020 kandas. Kali ini, usulan dewan terhormat itu kandas di tangan TAPD Kabupaten Buleleng yang dipimpin Sekkab Buleleng Drs Gede Suyasa, M.Pd.

Kendati sudah disepakati pada saat refocusing anggaran untuk COVID-19 bahwa untuk tahun ini dana hibah/bansos jatah anggota dewan ditiadakan namun anggota Banggar dari Fraksi NasDem, Made Jayadi Asmara, dalam rapat Banggar dengan TAPD Kabupaten Buleleng, Kamis (27/8/2020) kembali mengusulkan dana hibah/bansos jatah anggota dewan.

Sejumlah alasan disampaikan Jayadi Asmara. Misalnya, kondisi masyarakat saat ini sudah sangat terpuruk akibat terkungkung oleh pandemic COVID-19 sehingga kali ini dewan diberi jatah dana hibah/bansos untuk membantu masyarakat.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: HORMATI PEMERINTAH DAN PARISADA, PAKISAN TAK GELAR PAWAI OGOH-OGOH

Ia berdalih, usulan dana hibah/bansos dari masyarakat terutama konstituent tiap anggota dewan melalui dewan sudah disampaikan tahun 2019 lalu sehingga bila dana hibah/bansos ditiadakan akan sangat memalukan baik anggota dewan secara pribadi maupun lembaga dewan.

“Kalau tidak dikasih, jelek sekali nama kita. Bukan hanya sebagai anggota dewan tetapi juga lembaga dewan. Saat ini kondisi masyarakat sangat-sangat menderita, ibaratnya masyarakat saat ini ibaratkan katak dalam tempurung di atas batu, hidup segan, mati tak mau. Maka harapan kita, beri kami kesempatan, anggaplah dana hibah ini sebagai BST, bantuan sosila tunai, yang disalurkan oleh kita di DPRD, untuk stimulus bagi masyarakat yang saat ini sedang susah ekonomi,” tandas Jayadi Asmara.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: DESA ADAT SANGSIT DAUH YEH BATALKAN PAWAI OGOH-OGOH

Sementara Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna,SH, meminta pengertian rekan-rekannya di rumah rakyat itu. Karena tidak adanya dana hibah jatah dewan merupakan hasil kesepakat awal saat dilakukan refocusing anggaran kala pandemic COVID-19 baru mulai mengganas di republic ini.

“Saat refocusing kita sepakat mengurangi dana hibah untuk dialihkan ke penanganan COVID-19. Itu sudah menjadi kesepakatan kita, walaupun sekarang ada usulan dari teman-teman anggota DPRD, tadi sudah dijelaskan dan dipaparkan TAPD tentang kondisi keuangan daerah. Mudah-mudahan bisa diterima teman-teman anggota DPRD,” ujar Supriatna.

Bagaimana tanggapan Sekkab Buleleng Gede Suyasa? Jawaban Suyasa hanya satu kalimat namun mematikan reaksi dewan. “Tidak ada anggaran bagaimana kita mau kasih hibah,” jawab Sekkab Suyasa.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *