1
Kam. Sep 24th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

DILARANG MINUM OLEH ISTRI,SEORANG WARGA DESA DARMASABA NYARIS BUNUH DIRI

2 min read

MANGUPURA-JARRAK.ID – Ada-ada saja ulah seorang pria berinisial NS, 43, asal Banjar Telanga, Desa Tegal Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali.

Betapa tidak? Hanya gara-gara dilarang sama istrinya untuk tidak lagi minum minuman keras, NS nekat mau bunuh diri.

Bagaimana kisah kekanak-kanakan NS tersebut? Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini dari warga setempat bahwa NS yang sehari-hari bekerja di DPBU Darmasaba ini, sebelumnya sempat marah-maraj karena dilarang minum-minuman keras oleh istrinya.

Lucunya, konon NS sempat mengancam akan bunuh diri bila dia terus dilarang oleh istrinya. Puncaknya, Minggu (28/6/2020) pagi sekitar pukul 09.00 wita istrinya sepulang dari pasar merasa heran melihat bercak darah di rumahnya. Dan setelah ditelusuri ternyata suaminya sudah tergeletak di kamar mandi dengan leher berdarah.

Baca Juga :  ANTISIPASI BARANG-ORANG ILEGAL, DIGELAR PEMERIKSAAN KETAT DI PELABUHAN GILIMANUK

Istrinya pun panik dan meminta tolong para tetangga. Spontan saja warga sekitar datang beramai- ramai menuju tempat kejadian.

Camat Abiansemal, Ida Bagus Mas Arimbawa, S.Sos, pun tak berselang lama tiba di lokasi untuk menenangkan keluarga korban serta warga agar tidak sampai melanggar protokol kesehatan selama masa pandemi ini.

“Benar, tiang selaku Camat Abiansemal begitu mendapat informasi langsung terjun ke lokasi untuk memberikan semangat kepada korban serta menenangkan situasi agar tidak terjadi kepanikan baik pihak keluarga korban maupun masyarakat sekitarnya. Di samping itu agar warga juga tidak berkerumun yang bisa melanggar protokoler kesehatan di masa pandemi ini,” ungkap Camat IB Mas Arimbawa.

Baca Juga :  Mahfud MD Sebut Komposisi Dewan Pengawas KPK Akan Kejutkan Publik

Bagaimana kondisi korban? Korban langsung dilarikan ke RSU Mangusada, Badung, di Kapal, dan hingga berita ini di tulis korban NS sudah mulai sadar. “Saat ini korban sudah sadar tapi masih mendapat perawatan intensif di samping harus menjaga kondisi mentalnya yang belum stabil,” ujar seorang warga yang tidak mau disebut namanya.

Penulis: Beratayasa
Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *