Berita

Lapas Kerobokan Ikuti Penguatan Kapasitas Penyelenggaraan Layanan Kesehatan Pemasyarakatan

MANGUPURA, jarrakposbali.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan terpilih menjadi salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dalam mengikuti Penguatan Kapasitas Penyelenggaraan Layanan Kesehatan Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bertempat di Courtyard Marriott Hotel Seminyak, Bali.

Kegiatan yang menggandeng United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) ini diikuti oleh 40 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Percontohan Layanan Kesehatan yang tersebar di 33 Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Baca Juga :  PMI Gianyar Target Kumpulkan 1.000 Kantong Darah Setiap Bulan

Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, Muji Raharjo Drajat Santoso mengungkapkan bahwa UPT Pemasyarakatan yang dipilih menjadi percontohan ini diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran UPT Pemasyarakatan lainnya dengan mengusung semangat corporate university.

Untuk itu dilaksanakan penguatan bagi UPT percontohan agar dapat melaksanakan optimalisasi layanan kesehatan.

“Tolong dimanfaatkan kesempatan ini dengan bersungguh-sungguh untuk memahami penyelenggaraan layanan kesehatan pemasyarakatan. Layanan kesehatan sesuai standar yang nantinya Bapak/Ibu terapkan juga akan diimplementasikan di UPT pemasyarakatan lainnya,” pesan Muji.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Fikri Jaya Soebing menyatakan komitmen dan kesiapan penuh dalam penyelenggaraan pelayanan khususnya layanan kesehatan yang optimal bagi warga binaan sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :  Memberikan Pelayanan Secara Maksimal, Polres Klungkung Laksanakan Vaksinasi Door To Door
  Jarrak Travel

“Untuk wilayah Bali, Lapas Kelas IIA Kerobokan merupakan satu-satunya perwakilan yang dipilih sebagai piloting project dalam hal pelayanan kesehatan di lapas. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk memastikan seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memperoleh layanan kesehatan yang sesuai standar,” tutup Fikri.(ded)

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: