BALI-JARRAKPOSBALI.COM – TANAMAN porang kni menjadi tanaman primadona di Pulau Dewata, Bali. Adalah PT Porang Bali Dewata yang tampil sebagai penggerak budidaya tanaman porang di Bali di saat sulit pandemo COVID-19 yang sedang melanda dunia.

Made Teja, S.Sos, adalah sosok yang tampil sebagai penggerak dan sutradara pengembangan budidaya tanaman porang. Mantan anggota DPRD Buleleng itu sangat agresf dalam mensosialisasikan budidaya tanaman porang di Bali.

Teja yang menjabat Dirut PT Porang Bali Dewata itu begitu gesit berkeliling Jawa untuk memperdalam ilmu tentang budidaya porang kemudian ilmu tersebut dibagikan kepada para petani di desa-desa di Bali. Ia pun mendatangkan pejabat pusat di Jakarta ke desa-desa di Bali untuk memberikan semangat, motivasi, spirit kepada para petani porang di Pulau Dewata ini.

Apa tanaman porang? Tanaman porang merupakan tanaman umbi-umbian yang miritp dengan suweg, iles-iles, maupun walur. “Jadi porang bukan suweg, buksn iles-iles, dan juga bukan walur. Jika dilihat sekilas keempat jenis tenaman tersebut terlihat serupa tidak tidak sama,” jelas Teja.

Baca Juga :  Beredar memetik keuntungan 1,5 Miliar atas ijin tower, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Angkat Bicara.

Nah, bagaimana bisa membedakan tanaman porang dengan ketiga jenis lainnya? “Ada ciri khusus yang terdapat pada tanaman porang yaitu pada percabangan tangkai daun terdapat katak atau bulbil, dan dapat dijadikan bibit, sedangkan yang lain tidak terdapat,” jawab Teja memaparkan.

Dijelaskan bahwa tanaman porang akan tumbung berkembang baik di bawahn naungan suhu harian 25-35 OC, sebaran ekologi 0-700 mdpl, intensitas cahaya 35 persen, tumbug di semua jenis tanah ber-PH netral (6-7). “Tanaman pornag ini menyukai tanah gembur dan tidak teergenang. Masa tumbuh pada musim hujan bulan Desember-Juni (6 bulan), selanjutnya musim kemarau masa ripah/dominan/istirahat,” urai Teja.

Persiapan Lahan dan Bibit

Sebelum dilakukan penaman tanaman porang, terlebih dahulu dilakukan persiapan lahan. Lahan harus dibersihkan dari gulma, membuat pelupuhan atau guludan lebar 1 meter, tinggi 25 cm, jarak tanam 25-40 sentimeter.

Baca Juga :  POINTER WEBINAR ‘TATANAN KEHIDUPAN ERA BARU KOPERASI-UMKM MENUJU DIGITALISASI’

Setelah persiapan lahan selesai, dilakukan persiapan bibit. “Pilih bibit yang baik dan berkualitas (umbi, bijik katak/bubil, polybag), Kebutuhan bibit menyesuaikan luas lahan dan jarak tanam,” papar mantan politisi PDIP dan NasDem itu.

Penanaman Porang

Teja menjelaskan bahwa penanaman porang menjelang musim hujan (Oktober dan November). Tanam umbi atau katak tunas menghadap ke atas. Urutan dalam tanam bibit umbi atau katak. “Paling bawah dalam lubang pupuk organic secukupnya, di atasnya tanah kurang lebih 1 sentimeter, lalu letakkan bibit kemudian timbun dengan tanah 2-3 sentimeter dan paling atas ditaburi pupuk organic secukup,” bebernya.

Bagaimana dengan pemeliharaan tanaman porang? Ternyata pemelihataan tanaman porang jauh lebih mudah dan tidak ribet. Teja memaparkan bahwa penyiangan gulma 1 bulan pertama. Selanjutnya bila gulma muncul, selanjutnya gulma yang dicabut timbun dalam tanah untuk dijadikan kompos.

Penulis/Editor: Francelino

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here