1
Sen. Sep 21st, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

WABAH DBD: GANDENG BMI BULELENG, DR CAPUT GELAR FOGING MANDIRI

4 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Di saat fokus semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat tertuju kepada ancaman wabah pandemi virus corona (COVID-19), ternyata ada juga ancaman penyakit lain yang tidak mendapat perhatian bahkan terlupakan.

Penyakit tersebut adalah penyakit musiman Demam Berdarah Dengue (DBD). Dan di Buleleng, Bali, ternyata DBD sudah makan korban jiwa. Menurut catatan Jarrakpos Group hingga akhir April ini di Buleleng, Bali, sudah lima korban jiwa akibat DBD.

Menyikapi ancaman DBD itu, dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG, pun bertindak. Sebagai ahli kesehatan, dokter spesialis kandungan yang akrab disapa Dokter Caput pun tampil bergandengan tangan dengan DPC BMI (Banteng Muda Indonesia) Kabupaten Buleleng yang dipimpinnya.

Ternyata BMI Kabupaten Buleleng melakukan aksi foging yang dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat, bahkan aksi yang dilakukanpun hampir setiap pagi untuk melakukan pengasapan pada sejumlah lokasi.

Dokter Caput, Ketua DPC BMI Buleleng, mengakui bahwa aksi yang dilakukan sebagai sebuah keterpanggilan kemanusiaan, apalagi di saat pemerintah tengah berkonsentrasi menghadapi penyebaran wabah pandemi COVID-9. Maka itu untuk melawan wabah DBD ini perlu partisipasi dan peran serta masyarakat untuk bersama-sama melakukan penanganan secara terpadu.

“Sebenarnya hal ini menjadi tanggung jawab bersama, saat ini memang pikiran, tenaga, dan energy habis untuk COVID-19. Namun disamping itu ada bahaya yang mengancam yaitu demam berdarah. Dan Buleleng memiliki kasus tinggi,” ungkap Dokter Caput kepada Jarrakpos Group di kediamannya di Jalan Gajahmada Singaraja, Rabu (29/4/2020) malam.

Dokter Caput menjelaskan bahwa DBD merupakan penyakit musiman, penyakit yang muncul setiap musim pancaroba sehingga sesungguhnya masyarakat sudah bisa mengantisipasi jauh sebelumnya.

“Sebenarnya masalah DBD ini penyakit musiman, penyakit yang muncul setiap musim pancaroba. Kondisi di Buleleng saat ini cukup memprihatinkan. Jumlah kasus DBD di Buleleng saat ini sudah mencapai hampir 2.000 kasus, data dari Januari sampai April. Ini tentunya bukan masalah kecil, apalagi sampai muncul korban jiwa,” paparnya.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: 66 ORANG JALANI RAPID TEST DI POS SEKAT LABUAN LALANG

Maka itu, kata dia, dirinya sebagai bagian dari masyarakat dan bagian dari komunitas kesehatan, prihatin melihat kondisi DBD saat ini sehingga ia terpanggil turun gunung memimpin “pasukan” BMI Buleleng melakukan foging secara terus menerus di desa-desa di Bali Utara. “Maka itu saya sejak awal melihat kondisi ini, saya turut ikut mengatasi masalah DBD. Saya turun, saya terus turun,” ungkap Dokter Caput.

Ia mengakui bahwa masalah kesehatan seperti wabah DBD bukan hanya menjadi masalah Dinas Kesehatan dan atau pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. “Sebenarnya masalah kesehatan bukan masalah Dinkes saja, bukan menjadi tanggungjawab instansi itu saja tetap merupakan tanggungjawab kita bersama. Salah satunya saya selaku anggota masyarakat, selaku bagian masyarakat ikut melihat masalah ini apalagi saat ini kita di Buleleng kena dampak pandemi COVID-19 yang merupakan penyakit yang mewabah di dunia. Dan semua tenaga, pikiran dan materi difokuskan untuk penanganan masalah COVID-19 ini, namun di balik semua itu tentunya kita tahu ada ancaman penyakit yang tidak kalah berbahaya yaitu penyakit DBD,” urai Dokter Caput.

“Ini salah satu yang kita bisa kerjakan, bisa kita lakukan, syukurnya dengan apa yang kita lakukan respon masyarakat cukup baik dan juga saya lihat ada beberapa yayasan, organisasi, danmasyarakat yng ikut mengambil bagian dalam hal menanggulangi masalah DBD ini,” sambungnya lagi.

Dokter Caput yang juga salah satu Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng ini berharap organisasi mapun komunitas-komunitas yang ada di Buleleng ikut bersama-sama mengatasi wabah DBD ini. “Saya juga berharap, komunitas-komunitas mari ikut kita bersama-sama untuk bergandengan tangan mengatasi masalah yang kita hadapi. Masalah ini bukan masalah kecil, tetapi sebesar apapun masalah yang kita hadapi tetapi kalau kita lakukan bersama-sama semua menjadi kecil dan akan diselesaikan dengan baik,” ajak Dokter Caput.

Baca Juga :  HINA JRO MANGKU DI FB, PERBEKEL TAMBLANG DILAPORKAN KE POLRES BULELENG

Menariknya, Dokter Caput bersama BMI Buleleng bukan hanya melakukan foging tetapi juga memberikan edukasi tentang cara mengatasi DBD kepada masyarakat. Karena menurut dia, penyakit DBD ini tidak terlepas lingkungan bersih masyarakat itu sendiri.

“Ketika kita turunpun tetap memberikan edukasi kepada masyarakt bahwa penyakit DBD ini tidak lepas dari masalah kebersihan lingkungan. Kita berikan bahwa pencegahan pertama dan utama DBD adalah pembersihan lingkungan dengan pemberantas sarang nyamuk. Kalau ini bisa dilakukan, bisa diterapkan dengan 3M yaitu dengan menguras, menutup dan menabur, ini otomatis DBD tidak sampai terjangkit,” urai Dr Caput.

Kata dia, kalau sampai terjangkit berarti faktor lingkungan yang kurang bersih. “Inilah kita memberikan edukasi, memberikan pemahaman, memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungannya dan lingkungan sekitarnya,” beber pemilik Klinik Bersalin Permata Bunda Singaraja itu.

Ia mengakui hingga saat ini surat permintaan dari masyarakat di desa-desa untuk dilakukan foging terus berdatangan dan kini tertumpuk di meja kerjanya. Yang pasti, semua permintaan masyarakat itu akan dipenuhi. “Anggaran untuk foging itu seratus persen dari kantong pribadi saya. Ini biar masyarakat tidak salah paham. Semua biaya foging itu dari saku saya sendiri,” ungkap Dr Caput menyakinkan.

“Mudah-mudahan dengan apa yang kita lakukan ini, semoga wabah yang kita alami ini baik COVID-19 maupun DBD akan bisa terselesaikan dan akan bisa kita atasi, dan kita kembali hidup sebagaimana mestinya dan kita bisa melakukan aktivitas seperti biasa dan msyarakat sehat semuanya,” pungkas Dokter Caput.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *