BeritaDaerahEkonomi

Bali Louhan Comunity Harapkan Pemda Miliki Fasilitas Hewan Peliharaan  

Denpasar, JARRAKPOSBALI.com – Untuk menciptakan ekonomi kreatif ditengah pandemi khususnya pada pembibitan ikan hias, maka BLC (Bali Louhan Club) menggelar Bali Louhan Kontes Regional I selama empat hari dari 26 – 30 Mei 2021. Dengan digelarnya kontes ikan hias louhan bertujuan untuk mengasah kemampuan dalam memelihara sekaligus memilih bibit yang baik untuk bisa diperjual belikan, dan penghobi baru juga bisa belajar lebih dalam lagi tentang pengembangan ikan louhan yang baik dan benar serta bisa mendatangkan keuntungan juga, sehingga perputaran ekonomi di era pandemi bisa terjadi. Sudah jelas para peserta kontes maupun pengunjung harus wajib memakai masker dan mengikuti prokes.

 

Ketua BLC, Gusti Ngurah Dwija Sumartika menjelaskan Kontes Regional ikan louhan merupakan kontes yang pertamakalinya ada di Bali, bahkan kontes tersebut berdasarkan sistem tim dan nantinya tim tersebutlah yang akan kontes selama satu tahun penuh. “Rencananya kami di Tahun 2021 akan menggelar kontes ikan louhan selama tiga kali, dan tim yang ikut Kontes Regional sekarang akan mendapatkan poin, dan poinnya akan dikumpulkan serta diakhir tahun akan diakumulasikan siapa yang menjadi juara tim,” jelasnya Sabtu (29/5/2021) seraya menambahkan pihaknya pernah menggelar kontes yang serupa hanya saja dengan sistem perorangan dan banyak menemui kendala, dan dalam tim yang menjadi peserta harus minimal lima orang.

Baca Juga :  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi di Madiun dan Bangkalan

 

Lanjutnya Ngurah Dwija mengatakan, dalam Bali Louhan Kontes Regional kategori jenis ikan louhan diikuti yaitu ikan louhan jenis cencu ada empat kelas, kamfa, chinghwa empat kelas, louhan fm dan golden base. “Nantinya mereka akan tarung bebas all size, dan mereka juga akan memperebutkan piala, piagam dan uang pembinaan untuk pemenang champion saja,” jelasnya.

 

Baca Juga :  Bupati Suwirta Semangati Para Siswa dan Petugas Agar Efesien Menjalankan Tugas
Jarrak Travel

Ngurah Dwija berharap, dengan banyaknya antusias peserta hingga mencapai ratusan menginginkan partispasi pemerintah daerah untuk memberikan wadah sebagai fasilitas ajang kreatif pemulihan ekonomi di Bali pada hewan peliharaan. Sehingga para komunitas pecinta hewan di Bali tidak perlu lagi khawatir akan biaya wadah untuk ajang pertemuan berbagi ilmu.

 

“Kendala kami yaitu tempat untuk ajang kontes, dan kami terus mencari-cari tempat yang murah bagus, sedangkan sekarang kondisi pandemi jelas saja harus penuh banyak perhitungan. “Harapan saya kepada instansi yang terkait, bisa memberikan space ruang untuk kami para penghobi hewan peliharaan untuk bisa mengadakan kontes, dan aktifitas,” pungkasnya. td/JP

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: