Berita

Araaah Kadeee…! Perbekel Lempar Handuk, Pol PP Ompong, Sambuk Masih ‘Mekacakan’ Ngotorin Lingkungan AC Rambut Siwi

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Miris dan memprihatinkan. Itulah gambaran nyata yang terlihat di sekitar Anjungan Cerdas (AC) Rambut Siwi yang berdiri megah di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali.

Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran cukup fantasi ini, sejatinya dimanfaatkan untuk rest area penunjang pariwisata religius Pura Rambut Siwi, namun kenyataannya tak dikelola dengan baik.

Disamping aset ini masih dibawah pemerintah pusat, juga tingkat kepedulian masyarakat maupun desa setempat kurang baik. Sehingga tempat tersebut dan lingkungan sekitar justru membuat kumuh kawasan wisata Rambut Siwi.

Diketahui lingkungan sekitar AC Rambut Siwi sejak beberapa bulan belakangan inj dikotori oleh sampah sambuk (serabut kelapa) pada sisi barat dan sisi timur banggunan megah tersebut.

Sambuk yang berserakan hingga ke jalan tersebut merupakan limbah usaha kelapa butiran yang tidak laku terjual dan sengaja dibuang oleh oknum pengusaha tersebut pada jalan beraspal di sisi timur AC Rambut Siwi.

Sedangkan pada jalan sisi barat AC Rambut Siwi merupakan tempat aktipitas pengupasan kelapa dengan kapasitas tinggi, sehingga kulit kelapa atau serabut kelapa meluber hingga ke jalan.

Baca Juga :  Kominfo RI Gelar Pelatihan GTA di Buleleng
  Jarrak Travel

Kondisi tersebut tentu saja membuat kumuh lingkungan sekitar. Ditambah lagi pada sisi depan bangunan AC Rambut Siwi yang berbatasan dengan jalan utama Denpasar-Gilikanuk, kerap dijadikan tempat parkir truk-truk besar pada malam hari dan meninggalkan sampah plastik serta aroma pesing.

Kondisi tersebut sebenarnya sudah pernah ditindaklanjuti oleh pemerintah desa setempat dan pihak Pol PP Pemkab Jembrana dengan memanggil oknum pengusaha kelapa butiran tersebut. Namun kesannya pemanggilan tersebut hanya free memory alias sekedarnya agar dianggap bekerja.

Sebelumnya Perbekel Yehembang Kangin I Gede Suardika dikonfirmasi jarrakposbali.com terkait pembuangan limbah sambuk (serabut kelapa) mengaku telah memanggil oknum pengusaha kelapa butiran yang membuang limbah di jalan sisi timur bangunan tersebut.

Dari pemanggilan tersebut menurut Suardika, oknum pengusaha kelapa butiran yang merupakan warga desa lain berjanji akan membersihkan serabut kelapa tersebut dalam waktu satu minggu.

“Kami sudah memanggil yang bersangkutan, dia minta waktu untuk membersihkan dalam waktu satu minggu,” ucap Suardika melalui WhatsApp.

Namun kenyataannya sudah melewati satu bulan, ternyata serabut kelapa tersebut masih dibiarkan berserakan di lokasi. Janji seminggu yang diucap oknum pengusaha kelapa butiran tersebut ternyata janji palsu. Sementara pihak desa kesannya membiarkan begitu saja.

Baca Juga :  Test Kriuk Yuk, Bareng Warung Babi Guling Odah Sanur

Sama halnya dengan pihak Pol PP Pemkab Jembrana. Sebelumnya juga sempat turun ke lokasi untuk mengecek dan telah memanggil oknum pengusaha kelapa butiran tersebut untuk diperingatkan sekaligus membuat pernyataan untuk membersihkan. Namun kenyataannya pernyataan tersebut tidak dilaksanakan, Pol PP kesannya ompong.

“Kami sudah panggil oknum pengusaha tersebut dan telah membuat surat pernyataan untuk membersihkan limbah serabut kelapa tersebut. Apabila pernyataan tersebut tidak diindahkan, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai SOP,” ujar Kasat Pol PP Jembrana Made Leo Agus Jaya, beberapa waktu lalu.

Namun, pernyataan itu ternyata hanya macan kertas. Terbukti, pernyataan yang dibuat telah dilanggar dan Pol PP tak kunjung memberi tindakan tegas atas pelanggaran pernyataan yang telah dibuat.

Terlebih dalam surat pernyataan disebutkan oknum pengusaha tersebut sanggup membersihkan serabut kelapa yang dibuang di jalan sisi timur bagunan AC Rambut Siwi paling lama 15 hari, jika tidak siap diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: