1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PESTA ST ARNOLD JANSSEN, ST JOSEPH F, ST DON BOSCO DIRAYAKAN KDMD SINGARAJA

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Umat Katolik di Buleleng yang tergabung dalam Kelompok Doa Maria Dolorosa (KDMD) binaan Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD, merayakan pesta tiga orang santo dari kongregasi/serikat yang berbeda, secara bersama-sama.

Ketiga Santo itu adalah Santo (St) Arnold Janssen (pendiri Serikat Sabda Allah/SVD), St Joseph Freinademetz (misionaris SVD yang bertugas di Cina), dan St Johanes Bosco alias Don Bosco, (pendiri Kongregasi Salesian Don Bosco/SDB).

Pesta St Arnold Janssen jatuh pada tanggal 15 Januari, sedangkan St Joseph Freinademetz jatuh pada tanggal 29 Januari, dan pesta St Johanes Bosco tepat pada tanggal 31 Januari.

“Kita yang binaan Serikat SVD dan Kongregasi Salesian Don Bosco, kebetulan semua berkumpul di KDMD ini sehingga kita bisa bersama-sama merayakan pesta ketiga santo dari dua serikat atau kongregasi yang berbeda ini,” ujar Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD, dalam kotbahnya pada misa peringatan hari ketiga orang santo ini di Rumah Doa Maria Dolorosa di LC 10 Baktiseraga, Singaraja, Bali, Rabu (29/1/2020) malam.

Baca Juga :  DITINGGAL SEMBAHYANG KE KINTAMANI, RUMAH MILIK MURDIKA HANGUS TERBAKAR

Kata Romo Yan – sapaan akrab Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD — kebetulan juga peringatan pesta ketiga santo tersohor dalam Gereja Katolik itu juga sama-sama jatu di bulan Januari. “Karena keterbatasan waktu maka kita pilih pesta ketiga santo itu kita gabungkan saja. Dan kita pilih hari ini yang bertepatan dengan haris St Joseph Freinadametz,” papar Romo Yan, romo putra asli Bali dari Tuka, Dalung, Badung itu.

Romo Yan pun secara panjang lebar menceritakan peranan ketiga santo ini hingga terpilih menjadi santo oleh Gereja Katolik.

Diceritakan Romo Yan, St Joseph Freinademetz adalah misionaris SVD pertama yang dikirim ke Cina dan berkarya di Cina sampai akhir hayatnya. Freinademetz berusaha mencintai dan melayani Allah dan manusia dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya. Dia memahami bahwa hidupnya merupakan suatu ibadah bagi Allah. Pelayanannya yang singkat di tanah airnya, dan pelayanan bertahun-tahun di Cina hanya mempunyai satu tujuan: kemuliaan Allah.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: KOPAS SERIRIT BAGI-BAGI SEMBAKO DI KALANGANYAR

Sementara Santo Yohannes Bosco (bahasa Italia: Giovanni Melchiorre Bosco, lahir 16 Agustus 1815 – meninggal 31 Januari 1888 pada umur 72 tahun) atau lebih akrab dipanggil Don Bosco adalah seorang pendidik dan pastur. Ia mendirikan Kongregasi istimewa untuk melayani kaum muda yang bernama Serikat Salesian.

Umat Katolik di KDMD yang merupakan binaan Serikat/Kongregasi Salesian Don Bosco adalah umat Katolik berasal dari Timor Leste yang berdomisili di Bali Utara dengan tokoh utamanya Francelino Xavier Ximenes Freitas. Pria yang berpofesi wartawan ini adalah alumni Don Bosco dan pernah menjabat Kepala Biro Humas Perhimpunan Alumni Salesian (PAS) pusat saat tahun 1994 lalu.

Peranan Francelino dan keluarganya yang dominan dalam kegiatan gereja di KDMD sehingga aroma Salesian sangat kental dan kentara dalam setiap aktivitas di KDMD tersebut.

Usai misa, diadakan resepsi sederhana, tetapi tercipta suasana kekeluargaan dan persaudaraan yang sangat kental.

Penulis: Junior
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *