1
Connect with us

Nasional

VIRUS CORONA: KETUA DPRD BULELENG PANTAU RAPID TEST DI BONDALEM

Published

on

BONDALEM-JARRAKPOSBALI.COM – Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna,SH, Rabu (29/4/2020) ikut memantau jalannya rapid test kepada warga Desa Bondalem. Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali.

Rapid test yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Tejakula 2 untuk antisipasi dan deteksi dini terhadap penyebaran COVID19 karena diduga ada transmisi lokal. Untuk itu, dilakukan rapid test massal di Desa Bondalem dengan diambil secara acak sebanyak 40 orang.

Sebelumnya, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Selasa (28/4/2020) menjelaskan, pihaknya akan segera menggelar rapid test karena diduga banyak warga (pedagang) yang melakukan kontak erat dari PDP-13 dan PDP-18 di Pasar Bondalem.

Baca Juga :  UPDATE PENANGGULANGAN COVID-19 BALI, MINGGU 26 JULI 2020

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH, di sela-sela kegiatan mengajak seluruh masyarakat Buleleng agar mengikuti imbauan dari pemerintah untuk bisa memutus rantai penyebaran virus COVID-19 ini.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi himbauan dari pemerintah untuk menjaga jarak fisik (physical distancing), rajin mencuci tanga, hindari berjabat tangan, hindari menyentuh area wajah dan memakai masker untuk berpergian,” ujarnya.

Baca Juga :  PENUTUPAN BULAN BUNG KARNO DI TABANAN

“Kami juga berharap untuk para PMI bisa disiplin dalam menerapkan karantina mandiri,” sambungnya lagi.

Dalam rapid test hadir Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra. Sp.OG , Kapolres Buleleng, Dandim Kabupeten Buleleng, Kajari Buleleng dan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

TRAGIS, TOKOH GOLKAR YANG JADI KORBAN COVID-19 DITOLAK RS DAN YPUH

Published

on

By

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Ternyata rasa kemanusiaan di masyarakat saat ini sudah luntur bahkan sudah sirna.

Ketika sesama manusia meninggal dunia karena COVID-19, jenazahnya ditolak. Ironisnya, korban COVID-19 ini adalah salah satu tokoh Partai Golkar Buleleng bernama Komang Kertia, 67. Almarhum Komang Kertia berasal Desa Jagaraga Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Sebelum meninggal dunia, Sabtu (08/8/2020) siang, putra dari tokoh Golkar Buleleng ini minta dirawat inap namun ditolak RSU Paramasidi Singaraja karena hasil rapid test menunjukkan reaktif.

“Masuk RS-nya Senin (3/8/2020) dan setelah dirapid test dan hasilnya reaktif, pihak RS merujuk ke RSUD Buleleng,” cerita Sumerdiana, Minggu (09/8/2020) siang terkait penanganan pasien COVID-19 yang dialami amarhum Komang Kertia.

Diceritakan, setelah melakukan rapid test dan hasilnya reaktif, almarhum yang dikenal humanis ini di rujuk ke RSUD Buleleng, dengan kondisi yang sudah sangat lemah. Lalu almarhum menjalani pemeriksaan medis dan pengambilan sample swab di RSUD Buleleng. “Setelah pengambilan sample swab oleh petugas RSUD Buleleng, almarhum diminta menjalani isolasi mandiri. Dengan sangat terpaksa, pihak keluarga membawa almarhum pulang kerumah untuk menjalani isolasi mandiri,” tandas Sumerdiana.

Baca Juga :  DIBUKA KASDAM IX/UDAYANA, 400 SISWA IKUT DIKCATAM PK TNI AD GELOMBANG I TA 2020

Bagaimana hasil tes swab? “Hasil test swab yang menunjukkan almarhum positif terjangkit COVID-19 diterima Jumat (7/8/2020),” jawab Sumerdiana.

Sayang, sehari setelah hasil swab diterima, Sabtu (08/9/2020) pukul 11.30 Wita, Komang Kertia pun meninggal dunia. Kematian almarhum ini, langsung dilaporkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Buleleng. “Tim Pemulasaran Jenasah GTPP juga langsung melakukan penanganan dan membawa jenasah almarhum ke tempat kremasi YPUH Buleleng di Kelurahan Kampung Baru,” ungkapnya.

Sayangnya, lagi-lagi perlakuan tidak manusiawi diperlihatkan pengelola YPUH. Pengelola YPUH menolak melakukan kremasi karena belum menerima surat dari GTPP Kabupaten Buleleng. Karena penolakan tersebut, pihak keluarga memutuskan untuk memakamkan jenasah almarhum di Setra Desa Adat.”Sempat terjadi ketegangan, namun demi almarhum semua dapat diredam,” ujarnya.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: DI BULELENG, PASIEN POSITIF TAMBAH 6, PASIEN SEMBUH TAMBAH 7

Bagaimana tanggapan GTPP COVID-19 Buleleng? Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris GTPP COVID-19 Buleleng, Gede Suyasa, membenarkan kejadian sangat tidak manusiawi itu.

Suyasa mejelaskan, penolakan RS Swasta terjadi karena selain tidak memiliki sarana prasarana penanganan pasien COVID-19, RS bersangkutan juga belum memiliki kualifikasi layak untuk penanganan pasien COVID-19. “Namun demikian, RS bersangkutan tetap diberikan surat tegoran karena sesuai Kepmenkes terbaru, RS Swasta juga harus terlibat dalam penanganan COVID-19,” jelas Suyasa.

Terkait penolakan kremasi terhadap pasien yang meninggal akibat COVID-19, Suyasa menjelaskan, terjadi karena warga masyarakat yang ada di sekitar lokasi kremasi merasa khawatir. “Warga khawatir terpapar COVID-19, padahal sesuai dengan rekomendasi dokter forensik, kremasi adalah cara paling tepat memutus penyebaran COVID-19,” tegasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

JOKOWI LEBIH PILIH TRI HANDOKO, ETNIS NON-BALI PERTAMA JADI DIRJEN BIMAS HINDU

Published

on

By

JAKARTA-JARRAKPOSBALI.COM – Setelah lama ditunggu umat Hindu, akhirnya Presiden Jokowi memilih dan penetapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu, Kementerian Agama RI periode 2020-2025.

Siapakan dia? Ternyata pilihan Presiden Jokowi cukup mengejutkan umat Hindu di Indonesia. Sang Dirjen Bimas Hindu pilihan Presiden Jokowi adalah Dr Tri Handoko Seto, SSi MSc.

Melansir NusaBali, terpilihnya Tri Handoko sebagai Dirjen Bimas Hindu menjadi catatan sejarah dalam kepemimpinan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama selama ini. Baru kali ini posisi Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI diisi pejabat beragama Hindu dari etnis non-Bali.

Tri Handoko mengusur dua guru besar dari dua perguruan tinggi ternama di Bali bahkan nasional. Kedua guru besar yang tergusur alias kalah adalah Guru Besar IHDN Denpasar Prof Dr Drs I Nengah Duija MSi, dan Guru Besar Ilmu Manajemen Undiknas Prof Dr Ida Bagus Raka Suardana SE MM.

Tri Handoko akan menjabat Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI periode 2020-2025 menggantikan Prof I Ketut Widnya MA MPhil PhD.

Menurut informasi, Tri Handoko terpilih melalui sidang tim penilai akhir (TPA) yang berlangsung secara tertutup.
Masih menurut NusaBali, penetapan tidak hanya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri, melainkan ada 10 menteri dan lembaga seperti pimpinan BIN, Kepala PPATK, Menteri PAN RB, Kepala BKN, Mensesneg dan Mensekab.

Menurut rencana, Tri Handoko akan dilantik oleh Menteri Agama, Fachrul Razi, Senin (10/8/2020) besok di Kementerian Agama RI.

“Keppres sudah turun, tapi tidak diumumkan. Yang terpilih bapak Tri Handoko Seto. Insya Allah akan dilantik hari Senin nanti,” ujar Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI, Saefuddin A Syafei, kepada NusaBali melalui pesan elektronik singkat, Sabtu (8/8/2020) malam.

Baca Juga :  DIBUKA KASDAM IX/UDAYANA, 400 SISWA IKUT DIKCATAM PK TNI AD GELOMBANG I TA 2020

“Penetapan telah dilakukan Presiden Jokowi pada 3 Agustus lalu dan pelantikan digelar pada, Senin besok,” sambung Syafei.

Mengutip NusaBali, Tri Handoko mengaku belum menerima pengumuman secara resmi. Oleh karena itu, pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT ini belum mau mengomentari hasil tersebut. “Nanti saja mbak,” katanya singkat.

Namun sebelumnya Tri Handoko mengatakan, jika terpilih sebagai Dirjen Bimas Hindu, dirinya telah memiliki sejumlah program. Antara lain, dia ingin posisi Dirjen Bimas Hindu dipegang secara profesional dalam melayani umat Hindu di Nusantara. Langkah yang akan dia lakukan adalah meningkatkan profesionalisme pegawai dengan cara tidak biasa dan cepat. Pegawai yang kurang kompeten akan diberi Diklat.

Selanjutnya dia akan melakukan perubahan dalam pola kerja dengan membenahi pemberian reward dan punishment. Kemudian membangun dan melayani umat dari pinggiran, karena umat Hindu tidak hanya berada di Bali saja. Melainkan ada di daerah-daerah lain, seperti di Toraja dan Bugis di Sulawesi Selatan, Maluku, Sumatera dan Jawa.

“Di sana kita tingkatkan SDM mereka dan bantu perekonomian mereka agar ke depan lebih maju dan sejajar dengan umat lainnya,” papar pria yang juga sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) ini. Tak ketinggalan, Dirjen Bimas Hindu tidak hanya berpatokan pada kantornya saja.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: DI BULELENG, PASIEN POSITIF TAMBAH 6, PASIEN SEMBUH TAMBAH 7

Tapi, kata dia, harus sharing sumber daya yang ada dengan cara kerjasama dengan PHDI yang tersebar di kecamatan-kecamatan, aktivis maupun unsur lembaga keumatan lainnya. Program pendidikan juga menjadi perhatian Tri Handoko. Menurutnya, ke depan harus ada perbaikan kurikulum mata pelajaran Agama Hindu untuk SD sampai SMA.

Dipaparkannya, kurikulum yang lebih menekankan pada pemahaman siswa terhadap agama Hindu baik dari sisi tatwa, etika maupun susila secara berimbang. Lalu dilakukan perbaikan pendidikan di perguruan tinggi Hindu. Di mana kualitas SDM perguruan tinggi Hindu harus diupgrade secara signifikan. Standar kualitas mahasiswa dan dosen harus ditingkatkan pula.

Data yang diperoleh media ini dari akun resmi Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, IBP Mastra merupakan pejabat Dirjen Bimas Hindu pertama dari tahun 1966-1973. Kala itu masih bernama Dirjen Bimas Hindu dan Buddha. Kemudian Gde Pudja, SH, MA, menjabat Dirjen Bimas Hindu dan Buddha pada periode 1973-1985.

Lalu, periode ketiga (1985-1994) dijabat Drs I Gusti Agung Gede Putra. Periode keempat (1994-1997) dijabat I Ketut Pasek. Periode kelima (1997-2000) dijabat Ir I Wayan Gunawan.

Kemudian Drs I Wayan Suarjaya MSi menjadi Dirjen Bimas Hindu dan Budha pada periode keenam yakni 2000-2006.

Kemudian terjadi pemisahan Bimas Hindu dan Bimas Budha. Di era 2006-2014, Dirjen Bimas Hindu dijabat Prof Dr IBG Yudha Triguna, MS. Terakhir periode kedelapan (2014-2020) dijabat Prof Drs I Ketut Widnya, MA, MPhil, Ph.D.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

BUNDA PUTRI KOSTER SAPA NELAYAN DI ACARA “TEGUR SAPA” DI KAMPUNG MANGROVE

Published

on

By

KUTA-JARRAKPOSBALI.COM – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster hadir menyapa para nelayan Patasari pada acara ‘Tegur Sapa’ di Kampung Mangrove, Muara Tukad Mati, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (9/8/2020).

Dalam arahannya, Ny Putri Koster menyampaikan apresiasi serta penghargaan kepada para nelayan Patasari yang telah bekerja keras bersama-sama berupaya menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan mangrove atau hutan bakau, sehingga lingkungan menjadi bersih, asri dan nyaman.

Ny Putri Koster yang akrab dipanggil Bunda Putri ini juga menyampaikan bahwa menjaga kawasan mangrove tidak hanya tanggung jawab para nelayan semata tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama untuk masa depan anak cucu kita nantinya.

Sehubungan dengan itu, Bunda Putri mengajak keterlibatan generasi muda, para ibu PKK serta seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kelestarian, kebersihan dan keasrian kawasan mangrove. Dengan kawasan mangrove yang terjaga kebersihan serta kelestariannya, ke depannya tidak hanya akan memberi dampak positif pada lingkungan, juga nantinya bisa dikembangkan menjadi kawasan dan paru-paru yang dapat penyuplai oksigen di tengah kota, ujar pendamping orang nomor satu di Bali itu.

Baca Juga :  PENUTUPAN BULAN BUNG KARNO DI TABANAN

Bunda Putri juga menekankan pentingnya pengolahan sampah yang berasal dari sumbernya, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di TPA ataupun di sungai yang berujung ke laut. Untuk itu, Bunda Putri meminta agar pengolahan sampah di sumbernya semakin diintensifkan bahkan jika memungkinkan sampah diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.
Sementara itu, Ketua Nelayan Patasari Jero Dolphin menyampaikan bahwa dulunya lokasi ini adalah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang kemudian melalui perjuangan para nelayan didukung pemerintah, dari tahun 2009 telah berhasil menata kawasan Muara Tukad Mati ini menjadi seperti saat ini.

Dengan beranggotakan sebanyak 202 nelayan, kata Jeo Dolphin, pihaknya berupaya keras melakukan normalisasi sungai, menanam mangrove dan melepas satwa yang hidup pada habitat yang ditumbuhi pohon mangrove.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Mengapresiasi Langkah Tegas Erick Tohir Terkait Kasus Garuda Indonesia

Kerja keras para nelayan ini berbuah manis dengan diraihnya penghargaan Kalpataru oleh Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari pada tahun 2019. Ke depannya, lanjut dia, pihaknya berharap penataan kawasan mangrove ini dapat terus dilanjutkan, sehingga bisa menjadi kawasan eco edu wisata mangrove. Dikatakan, satu sisi kawasan mangrove bisa menjaga alam dengan mencegah terjadi abrasi, di sisi lain ada nilai ekonomis yang bisa dinikmati masyarakat sekitar.

Pada acara yang turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Badung dan pemilik Krisna Oleh Oleh Bali yang terkenal dengan sebutan Ajik Krisna serta anggota nelayan Patasari, Ny Putri Koster berkesempatan menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada para nelayan, disusul melakukan penanaman mangrove.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Trending