Berita

Penanganan Dugaan Kasus Korupsi BUMDes Abu-Abu, Warga Perancak Ngerudug Kejari Jembrana

JEMBRANA, jarrakposbali.com | Sempat dilaporkan sekitar tiga bulan lalu, perkembangan kasus dugaan korupsi yang terjadi pada tubuh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Perancak, Kecamatan Jembrana, Jembrana di pertanyakan warga setempat.

Penanganan kasus yang menurut warga tidak ada perkembangan, dipertanyakan sejumlah perwakilan warga dengan mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Senin (29/8/2022).

Salah seorang perwakilan warga, Ketut Sudi Ardiata menyebutkan, tujuan mereka mendatangi Kejari Jembrana adalah untuk memepertanyakan tindak lanjut proses penyidikan dari laporan dugaan korupsi yang yang dilaporkan sejak tiga bulan lalu.

“Kerugian yang dilaporkan sekitar Rp 300 juta. Kami rasa ini (kasus dugaan korupsi) belum ada perkembangan, makanya kami datang tanyakan perkembangannya”, ujarnya.

Baca Juga :  Pencarian Hari Kedua, Nelayan yang Hilang di Pantai Tejakula Belum Ditemukan

Pihaknya juga memepertanyakan terkait isu tentang penutupan kasus tersebut lantaran para terduga pelaku siap mengembalikan dana yang digunakan. Dimana hal tersebut tidak diinginkan warga.

Terkait hal tersebut, Kasi Intelijen Kejaksaan Negri Jembrana Wuryanto menyebutkan, mengenai isu tersebut, pihaknya sudah memberikan jawaban kepada warga. Pihaknya menegaskan bahwa laporan dugaan korupsi pada BUMDes tersebut masih terus berproses.

  Jarrak Travel

“Sejak awal memang ada kesepakatan untuk pengembalian dana, namun baru berupa pernyataan semata”, terangnya.

Sejak mendapat laporan pihaknya sudah melakukan pengumpulan data dan mendapat sejumlah keterangan, yang sampai saat ini masih dilanjutkan dengan tahap penyelidikan.

Baca Juga :  Pelda Muhaji Perlihatkan Video Detik-detik Pemasangan Papan, Pelapor Sukarela Menutup Pintunya Sendiri

Oleh Kejari Jembrana kasus tersebut masih terus lanjut untuk didalami dan terus di proses. Lntaran kasus tersebut menyangkut adanya kerugian Negara, pihaknya juga akan memanggil terduga untuk diperiksa kembali.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika nantinya ada ditemukan Perbutan Melanggar Hukum (PMH), nantinya akan ditindak dengan dilimpahkan ke Seksi Pidana Khusu (Pidsus) untuk naik ke tahap penyidikan.(x)

Penulis : Angga

Editor : Dewa Darmada

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: