Berita

Tim Korawa Satreskrim Polres Jembrana Bekuk Lima Orang Maling Udang dan Satu Penadah

JEMBRANA, jarrakposbali.com | Tim Korawa Satreskrim Polres Jembrana yang dipimpin Kanit 1 Reskrim Iptu Gede Alit Darmada, SH. M.H rupanya harus ke Banyuwangi guna menangkap lima komplotan pencuri udang. Karena setah melakukan aksi di wilayah Jembrana, para pelaku kabur ke Banyuwangi.

Tanpa perlawanan, lima orang komplotan maling udang tersebut berhasil dibekuk di rumahnya masing-masing pada Jumat (27/5/2022), pukul 18.30 Wita.

Kelima pelaku komplotan pencuri udang tersebut masing-masing, Hariyanto (34), asal Dusun Kepuh Wetan, RT/RW : 001/005, Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Agus Salim (36), asal Dusun Secawan, RT/RW : 001/001, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kedian, Mohamad Asari (28), asal Perum BPI 3 Blok F/02, Lingkungan Kampung Baru, RT/RW : 006/001, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Febriyanto (43), asal Lingkungan Sukowidi, RT/RW : 001/002, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan Imam Taufik (30), asal Jalan Agropuro, Lingkungan Sukowidi, RT/RW : 002/005, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca Juga :  Amor Ring Acintya! Disruduk Mobil Box, Sukadana Tewas di TKP

“Untuk lima orang pelaku ini, dijerat dengan pasal 363 KUHP,” terang Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP M Reza Pranata, S.I.K., M.H, Senin (30/5/2022).

Itakimo

Disamping berhasil mengamankan pelaku pencurian udang petugas juga berhasil mengamankan Samsul Hadi (52), asal BD Marga Garuda, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Pelaku ini dijerat dengan pasal 480 KUHP berperan sebagai pembeli udang hasil kejahatan.

Lanjut Reza Pranata, aksi pencurian udang yang dilakukan kelima pelaku, dilakukan pada Rabu (4/5/2022) sekitar pukul 02.00 Wita di tempat penimbangan udang yang berada di areal tambak udang milik Lin Shuquan di Banjar Dlod Pangkung, Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.

“Udang-udang hasil kejahatan tersebut kemudian oleh para pelaku dijual kepada Samsul Hadi. Mereka melakukan traksaksi di pinggir jalan raya Denpasar – Gilimanuk, tepatnya di Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana,” imbuh Reza Pranata.

Atas aksi pelaku, korban menderita kerugian sebanyak 1.309 Kg udang yang dijual pelaku dengan harga sebesar Rp. 55 ribu perkilonya. Dengan total hasil penjualan sebanyak Rp 72 juta.

Baca Juga :  Amor Ring Acintya! Kasus Meninggal karena Covid-19 di Bali Hari ini 13 Orang 

“Pelaku menjual udang tersebut kepada penadah dengan harga yang cukup murah. Sehingga penadah memproleh untung yang cukup banyak,” tutup Reza Pranata.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: