1 WARGA PROTES HARE KRISNA, PHDI BALI BERTINDAK CEPAT - Jarrak Pos Bali
23 Oktober 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

WARGA PROTES HARE KRISNA, PHDI BALI BERTINDAK CEPAT

2 min read

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Setelah didemo sejumlah elemen masyarakat, tentang keberadaan aliran Hare Krisna di Bali, akhirnya Parisadha Hindu Dharma (PHDI) Provinsi Bal) langsung mengambil langkah-langkah cepat sebagai upaya mengantisipasi kian meruncingnya situasi.

Elemen masyarakat yang sempat mendemo Kantor PHDI Bali pada tanggal 29 Juli lalu seperti POSKOR, Sandhi Murti, Chakra Wahyu dan Wastika Bali.

Dalam tuntutannya, elemen masyarakat Bali itu menyatakan bahwa ajaran Hare Krisna(HK) sangat kontradiktif dengan ajaran dan budaya Hindu Bali,baik dari segi upacara, theology, tata cara dan tradisinya.

Ketua PHDI Bali Prof.Gusti Ngurah Sudiana, saat dihubungi via handphonenya membenarkan bahwa elemen masyarakat tersebut telah menyuarakan aspirasinya.

“Memang dua hari yang lalu (29/07/202) keempat elemen masyarakat tersebut mendatangi kantor kita dengan membawa data-data bahwa HK kontradiktif dengan ajaran Hindu Bali,” jelasnya.

Baca Juga :  20 SP DAN 15 ST SUDAH DIKELUARKAN UNTUK TOKO NAKAL PELANGGAR JOP

Bagaimana sikap PHDI Bali soal protes terhadap ajaran Hare Krisna? “Dan menanggapi protes ini, dimana keberadaan HK dilindungi oleh PHDI Pusat lewat surat keputusan resmi sesuai denga AD/ART. Kami dari pihak PHDI Bali harus tunduk dengan apa yang terdaftar di pusat, lain halnya kalau menyangkut ruang lingkup daerah Bali baru kita bisa mengambil keputusan. Untuk itu, kami mengakomodir dan mengambil langkah cepat untuk menyalurkan aspirasi tersebut ke PHDI Pusat dengan harapan segera keluar keputusan terbaik sehingga kita di Bali tidak sampai bergejolak,” papar Sudiana.

Ditanya mengenai kapan deadline-nya, Sudiana berharap secepatnya. “Kita harapkan tidak sampai empat belas hari. Kami sudah kerja cepat menyalurkan tuntutan warga sesuai dengan jalur-jalur yang benar. Team kami sudah bertemu dengan PHDI Pusat dan dan Dirjen Bimas Hindu. Kami harap masyarakat bersabar dan bisa menahan diri serta mau memahami kerja kami dan batas kewenangan kami,” janjinya.

Baca Juga :  INFO DEWAN: PEMPROV BALI TARIK KEMBALI DANA PBI RP 9,7 M, BULELENG PUSING CARI PENGGANTI

Di samping itu, kata dia, untuk mengantisipasi lebih jauh saat ini PHDI Bali juga mengadakan pertemuan dengan pihak Majelis Desa Adat di tingkat Kabupaten/Kota di Bali untuk menyelesaikan masalah ini.

“Nanti setelah kita dapat masukan dari tingkat Kabupaten/Kota,baru kita akan bawa secepatnya ke tingkat provinsi. Jadi, sekali lagi saya berharap masyarakat Bali, mari jaga persatuan dan kesatuan, jangan mudah terprovokasi atau tergiring ke dalam opini negatif sehingga kita krama Hindu tidak terpecah-belah,” pungkas Sudiana.

Penulis: Beratayasa
Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *