Berita

Menggembirakan…! Pengiriman Hewan Ternak asal Bali ke Luar Daerah Diijinkan

MANGUPURA, jarrakposbali.com | Sempat diperketat pengiriman lalu lintas hewan ternak asal Bali ke luar daerah akibat PMK, akhirnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan memberikan lampu hijau.

Lampu hijau pengiriman hewan ternak asal Bali ke luar Bali mulai menyala, setelah Ketua Komisi II DPRD Bali, IGK Kresna Budi bertemu dengan Menteri Luhut di Nusa Dua, Selasa 30/8/2022).

Menurut Krisna Budi, Menteri Luhut mendukung pengiriman ternak dari Bali dengan syarat alat angkutnya harus steril atau disemprot disinfektan dan ternaknya sudah divaksin. Namun untuk pengiriman hewan ternak ke Bali masih di larang.

Baca Juga :  IDUL FITRI: H-2 POSPERA BAGI-BAGI BERAS KE 35.000 RUMAH TANGGA DI JAKARTA

Terkait kebijakan ini menurut Krisna Budi, akan segera diterbitkan surat pemberitahuan pembukaan PMK. Dengan demikian, pengiriman hewan ternak asal Bali ke luar daerah sudah bisa dilakukan dengan syarat yang telah ditentukan.

Sementara itu dari tempat terpisah, Ketua Satgas Penanganan PMK Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang juga selaku Sekda Pemerintah Provinsi Bali, menekankan beberapa hal terkait pembukaan lalu lintas ternak asal Bali.

Menurutnya, dari pertemuan dengan Menteri Luhut, konteknya tetap memjaga Bali, dengan percepatan vaksinasi bukan hanya sapi saja, tapi ada lima jenis hewan ternak. Masing-masing, sapi, kambing, kerbau, babi dan domba.

 
Baca Juga :  VIRUS CORONA: DEMOKRAT BALI GELORAKAN “GERAKAN NASIONAL PARTAI DEMOKRAT PEDULI DAN BERBAGI”
Jarrak Travel

“Untuk pengiriman babi dari Bali, diizinkan sepanjang memenuhi 2 syarat, yakni babi itu sehat dan sudah divaksin. Cuma untuk hewan ternak yang masuk ke Bali, tidak boleh,” ujar Sekda Dewa Indra.

Menteri Luhut menurut Dewa Indra juga mewanti-wanti agar Bali tetap zona hijau. Untuk itu langkah antisipasi dengan percepatan vaksinasi akan dilakukan terhadap hewan ternak.

Sebelumnya, sejak mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa wilayah, lalu lintas ternak antar daerah ditutup oleh pemerintah, termasuk ternak asal Bali. Kondisi ini jelas merugikan peternak Bali. Sejumlah peternak di Bali menjerit dengan kebijakan tersebut.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: