BeritaDaerahJembranaPemerintahan

Sukses Tangani Sampah, Pemkot Lhokseumawe Apresiasi Kinerja Pemkab Jembrana

JEMBRANA, jarrakposbali.com | Selain ketertarikan terhadap program JSDDD yang hanya ada di Kabupaten Jembrana, keberhasilan Pemerintah Jembrana dalam mengolah sampah juga menarik perhatian Pemkot Lhokseumawe dalam Studi Tiru ke Jembrana, Selasa (30/8/2022)

Dimana sampah merupakan permasalahan yang dialami seluruh daerah dan persoalan sampah merupakan warisan yang menjadi ancaman bagi tingkat nasional maupun daerah.

Terkait hal tersebut, keberhasilan Pemkab Jembrana dalam pengolahan sampah yang mampu mengurangi sampah yang masuk ke TPA Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana hingga 34% juga ditanyakan Walikota Lhokseumawe Dr. Drs. Imran, M.Si, MA.Cd, beserta rombongan saat kunjungan kerja ke Jembrana.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menjelaskan, Keberhasilan ini dapat terwujud dengan kolaborasi berbagai pihak, serta tidak terlepas dari kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan NGO (Non-Governmental Organization) asing.

Menurutnya, yang mampu dikerjakan saat ini terkait Persoalan sampah yang menjadi ancaman bagi Nasional dan Daerah juga dapat dikurangi dengan memilah sampah plastik dan organik untuk dapat dimanfaatkan kembali.

Kabupaten Jembrana dalam pengolahan sampah juga melibatkan Desa Adat. Dimana dalam adat memeperlakukan sampah dengan suatu aturan yang disebut dengan perarem. Dikarnakan sangsi adat lebih memiliki kekuatan dalam mengatur kehidupan masyarakat sehari – hari.

Baca Juga :  Patut Dicontoh! Ingin Naik Kelas, Rutan Negara Berbenah
  Jarrak Travel

Bupati asal Desa Kaliakah ini menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Jembrana dalam pengolahan sampah adalah dengan melaksanakan lomba Keren Tidak Ada Sampah (KEDAS) di tingkat Desa atau Kelurahan.

Yang diketahui program ini mampu meningkatkan antusias maayarakat dalam memilah sampah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pengolahan sampah mulai dari tingkat bawah.

“Kita juga menggelar lomba pengolahan sampah antar Desa atau Kelurahan, ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah”, pungkasnya.

Seusai melakukan kunjungan lapangan, Pj. Walikota Lhokseumawe Dr. Drs. Imran, M.Si, MA.Cd, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana yang telah menerima rombongan kunjungan kerja kali ini.

Baca Juga :  WR III Undiksha Beri Klarifikasi Pernyataannya Yang Viral

Setelah melihat langsung proses pengolahan sampah di TPA Peh, Walikota Imran mengaku kunjungan kali ini menjadi pengetahuan yang sangat berarti bagi Pemerintah Kota Lhokseumawe, dimana dalam pengolahan sampah Jembrana mampu mengurangi volume sampah menuju ke zero waste.

“Ini pembelajaran yang sangat berarti bagi kami, dalam upaya kami bagaimana menjaga kebersihan kota, bagaimana itu mengelola sampah, dan mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir sampah”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan pihaknya juga ingin belajar mekanisme pengumpulan sampah mulai dari tingkat paling dasar yaitu keluarga , RT, Desa hingga tingkat pembuangan akhir.

Dirinya melihat hampir semua produk sampah yang dihasilkan masyarakat bisa diolah dan dimanfaatkan. Yang menurutnya merupakan suatu best practice (praktek) dan best experience (pengalaman) berarti bagi Pemkot Lhokseumawe. (x)

Penulis : Angga

Editor : Dewa Darmada

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: