SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Dana bantuan hibah pariwisata dari Kemenparekraf RI untuk kalangan pariwsita di Buleleng, Bali, yang disalurkan melalui Dinas Pariwisata Buleleng, menulai kecaman keras dari sejumlah pelaku pariwisata Bumi Panji Sakti itu.

Konon, informasi adanya bantuan hibah dari Kemparekaf itu tidk terbuka untuk semua kalangan pemilik hotel dan restoran yang ada di Bumi Denbukit itu. Hanya Sebagian pemilik hotel dan restoring yang dekat dengan penguasa yang diberi informasi adanya bantuan hibah.

Nah, sikap pilih kasih ala Dinas Pariwisata Buleleng dalam memberikan informasi tentang bantuan dana hibah dari pusat itu mendapat kritik keras dari sejumlah pemilik hotel dan restoran yang merasa dirinya dianaktirikan Dinas Pariwisata Buleleng.

Salah satu pengusaha hotel dan restoran Buleleng yang bersuara keras terhadap sikap tertutup dana bantuan hibah Kemenparekraf RI adalah Nyoman Tirtawan, pemilik restoran Warung Bambu di Lovina dan Vila Manuksesa di Bebetin.

Baca Juga :  PARIWISATA BALI: SAAT PANDEMI, PROMOSI DILAKUKAN MELALUI DIGITALISASI

“Banyak pemilik hotel dan restoran di Buleleng yang tidak tahu dan tidak dikasih tahu soal adanya dana bantuan itu. Beda dengan di Gianyar, Pemkab Gianyar turun langsung ke pemilik usaha hotel dan restoran memberikan pelayanan,” ungkap Tirtawan.

Tirtawan juga mempertanyakan sejumlah persyaratan untuk mendapatkan bantuan hibah tersebut, antara lain izin usaha. “Orang berusaha itu pasti ada izin, apalagi saya paling rajin pajaknya, tetapi akan kesan mempersulit,” beber Tirtawan.

Dengan sikap tertutup informasi bagi Kalanga pemilik hotel dan restoran itu, Tirtawan menilai bahwa ada indikasi bau busuk dalam pendistribusian dana bantuan hibab pariwisata dari Kemenparekraf RI di Kabupaten Buleleng. “Ini ada indikasi bau busuk dalam pendistribusian dana bantuan dari pemerintah pusat,” serang Tirtawan.

Bagaimana tanggapan Kadispar Buleleng Made Sudama Diana? “Kami sudah sampaikan info tentang dana hibah ini lewat rapat dengan PHRI Kabupaten dan korwilnya. Lanjut ke media sosial, dan elektronik selama 1 mingguan,” jawab Kadispar Sudama kepada media ini, Sabtu (31/10/2020) siang.

Baca Juga :  PLN Bantu Kelompok Nelayan Kembangkan Kepiting Dan Lestarikan Bakau di Tahura

Sebagai bukti pihaknya telah mensosialisasikan dana bantuan tersebut, Kadispar Sudama menyebutkan bahwa hingga hari ini sudah sekitar 260 pemohon yang mengajukan permohonannya.

“Calon pemohon harus melengkapi beberapa syarat sesuai juknis yang ada. Baru masuk 260 pemohon dan sedang diverifikasi apipnya, sebelum ditetapkan dengan SK Bupati. Bagi yang memenuhi syarat merekalah yang mendapatkannya sesuai perhitungan yang ditentukan dalam juknis,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa bantuan hibah pariwisata dari Kemenparekraf RI yang didapat Buleleng sebesar Rp 13,4 miliar. Sesuai juknis dana untuk hotel dan restoran sebesar 70 persen atau sekitar Rp 9 miliar lebih. “Dana 70 % untuk hotel dan restorant sebesar Rp 9 miliaran lebih,” tandasnya.

Banyak yang tidak mendapatkani informasi? “Tugas kami sudah sosialisasikan, sudah ada permohonan yang masuk,” jawab Kadispar Sudama singkat.

Penulis/Editor: Francelino

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here