Berita

Araaah Kadeee…! Oknum Kelian Banjar di Desa Delod Berawah Ditahan Polisi karena Jual Sapi Orang Lain Tanpa Ijin

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Ulah Ketut AS, oknum Kelian Banjar di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, sungguh keterlaluan dan tak patut untuk ditiru.

Pasalnya, Ketut AS diberikan kepercayaan untuk memelihara sapi oleh I Ketut Yudiana, dia justru menyia-nyiakan kepercayaan itu. Secara diam-diam, Ketut AS justru menjual sapi-sapi milik I Ketut Yudiana (korban) untuk kepentingan pribadi.

Peristiwa tersebut berawal dari merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa tahun lalu. Korban yang asal Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana kemudian memutuskan menyerahkan enak ekor sapi induk kepada Ketut AS untuk dipelihara, dengan dilengkapi perjanjian secara tertulis.

Seiring berjalan waktu, secara diam-diam Ketut AS menjual sapi-sapi milik korban. Total sapi milik korban yang dijual tanpa persetujuan korban sebanyak enam ekor. Parahnya lagi sapi-sapi yang dijual tersebut kondisi sedang bunting.

Korban baru mengetahui sapi-sapinya telah dijual oleh Ketut AS, saat korban beberapa bulan lalu hendak menjual sapi-sapinya yang dipelihara oleh Ketut AS karena korban membutuhkan dana untuk usaha lain.

Mengetahui sapi-sapinya telah dijual tanpa ijin, korban kemudian meminta pertanggungjawaban Ketut AS. Namun Ketut AS hanya janji mengembalikan uang korban, namun janji itu tidak pernah ditepati. Sempat dilakukan mediasi, namun juga tidak ada penyelesaian. Korban kemudian memutuskan melaporkan Ketut AS ke Polsek Mendoyo. Kepada polisi korban mengaku merugi Rp 99 juta dari enak ekor sapi indukan yang dijual oleh Ketut AS.

“Jumlah sapi indukan saja ada 6, saya hitung-hitung beserta anakan itu kerugian diperkirakan mencapai Rp 99 juta,” papar Yudiana saat ditemui, Selasa (19/3/2024).

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Putu Suarmadi, membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, terbukti bahwa Ketut AS telah menjual sapi-sapi tersebut ke beberapa saudagar. Karena itu Ketut AS telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita sudah tetapkan Ketut AS sebagai tersangka. Hari Senin kemarin yang bersangkutan kita panggil dan langsung kita amankan untuk proses lebih lanjut,” ucap Suarmadi.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button