BeritaEkonomi

JELANG GALUNGAN-KUNINGAN, HARGA SEMBAKO DI BULELENG KEMBALI NORMAL

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Masyarakat di Kota Singaraja dan sekitarnya, dan masyaraka Buleleng pada umumnya tidak perlu khawatir karena harga sembako menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 2020 ini kembali normal.

Ini terungkap setelah Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagperinkop-UKM) Kabupaten Buleleng melakukan pemantauan harga sembako di dua pasar tradisional uatama di Buleleng, yakni Pasar Anyar dan Pasar Seririt, Rabu (12/2/2020).

Pamantauan yang dipimpin langsung Kepala Disdagperinkop-UKM Drs. Dewa Made Sudiarta ada beberapa focus pemantauan yakni memantau harga sembako, memantau pasokan sembako, dan memastikan tidak ada pengepul yang melakukan stok sembako yang berlebih.

Hasil pemantauan menyebutkan, harga sembako yang beberapa hari lalu sempat melonjak tinggi, sekarang sudah mulai normal kembali. Melonjaknya harga beberapa hari lalu diakibatkan karena jumlah pasokan sembako sedikit.

Namun menjelang hari raya, jumlah pasokan sudah mulai normal sehingga harga sembako mulai turun. Seperti cabai yang beberapa hari lalu mencapai harga Rp 80 ribu, kini sudah turun menjadi Rp 55 ribu. Begitu pula bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya harganya mencapai Rp 60 ribu, sekarang turun menjadi Rp 50 ribu.

Kadisdagperinkop-UKM Drs. Dewa Made Sudiarta, membenarkan, beberapa hari lalu harga sempat melonjak karena pasokan sembako sedikit. Namun setelah pemantauan, harga kembali stabil. Dirinya menjelaskan, turunnya harga sembako ini menandakan bahwa pasokan sembako sudah kembali normal.

“Dinas kami fokus menjaga ketersediaan stoknya bisa aman, kemudian peredaran stoknya juga kita lakukan pemantauan sehingga antara ketersediaan dan permintaan bisa seimbang,” jelasnya.

Namun dirinya tidak menampik jika nanti menjelang suasana hari raya harga sembako akan sedikit mengalami kenaikan. Namun menurutnya, kenaikan harga masih dalam batas normal. Sudiarta menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga di pasaran.

“Kenaikan ini pasti terjadi, namun disisi lain kami harus menjaga agar nanti pengepul-pengepul tidak menyetok barang terlalu berlebih,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Luh Suci salah satu pedagang di Pasar Anyar. Pedagang asal Desa Banyuatis ini mengatakan, seminggu menjelang hari raya harga sembako malah menurun. Ia menjelaskan, stok sembako di distributor sudah kembali normal sehingga berimbas dengan turunnya harga. Namun, Luh Suci mengatakan, ada beberapa sembako yang harganya masih tinggi.

“Semua harganya sudah turun kecuali cabai besar. Kalau cabai besar masih sedikit stoknya karena gagal panen sehingga stoknya terbatas jadi harganya masih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng Gede Ardenan,SH mengatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buleleng terus berupaya untuk menjaga inflasi di Kabupaten Buleleng terutama menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Ardenan menjelaskan, menjelang hari raya TPID akan melakukan Operasi Pasar dan Pasar Murah. Hal ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang harga yang seharusnya dijual oleh pedagang.

“Kami selalu memantau haga setiap harinya untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga menjadi patokan untuk para pedagang,” jelasnya.

Penulis: Junior
Editor: Francelino

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button