BeritaBulelengDaerahHukum dan Kriminal
Trending

Kelian Desa Adat Tista Pertanyakan Kinerja Polres Buleleng

Heran dengan Penangkapan Anaknya Imbas Insiden di Rumahnya

SINGARAJA, jarrakposbali.comKelian Desa Adat Tista, Nyoman Supardi Maha Putra; mempertanyakan kinerja Polres Buleleng bahkan heran dengan tindakan dari institusi penegak hukum itu.

Ia merasa kecewa atas penanganan berbeda yang didapatkannya dari Polsek Kota Singaraja dan Polres Buleleng atas insiden yang menimpanya saat Hari Raya Galungan kemarin.

Supardi menjelaskan bahwa saat Hari Raya Galungan terjadi insiden pemukulan di rumahnya antara Putu S bersama dua orang rekannya dan Supardi bersama anaknya.

Secara singkat, Supardi menuturkan bahwa insiden itu berawal dari kedatangan tiga orang tersebut dengan berkecepatan tinggi mengendarai sepeda motor yang kemudian berhenti di depan rumahnya.

Supardi lalu menanyakan maksud dan tujuan mereka, namun mendapat jawaban ‘Sekarang saya tidak takut dengan kamu.’

Kelian Desa Adat Tista itu yang mengatakan bahwa saat itu tengah bersembahyang, mendekati mereka bertiga kemudian didorong hingga masuk ke dalam got dan sempat mendapat pukulan di wajahnya.

“Kemudian Angga, anak saya yang melihat orang tuanya dipukul reflek sehingga terjadi perkelahian,” jelas Supardi menuturkan kronologisnya pada Senin, 29 Mei 2023 malam.

Setelah insiden itu, Supardi pun melaporkannya ke Polsek Kota dan katanya insiden itu disangkakan Pasal 352 tentang Penganiayaan Ringan.

Namun belakangan, kata Supardi, Putu S juga melaporkan insiden itu ke Polres Buleleng dan disangkakan Pasal 170 tentang Pengeroyokan.

“Saya lapor ke Polsek Kota bahkan sudah visum, tapi setelah diajukan ke Kejaksaan kasus itu dibawa ke Pasal 352,” kata Supardi.

“Kemudian (anak Supardi) dilaporkan ke Polres, justru di Polres Buleleng malah (disangkakan pasal) 170, apa gk lucu?” ujarnya heran.

“Dia datang melakukan tantangan, kalau tidak datang tidak akan kejadian,” tambahnya lagi.

Kekecewaan mantan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Buleleng itu memuncak setelah Sat Reskrim Polres Buleleng hendak menangkap anaknya pada Senin, 29 Mei 2023 sore di rumahnya.

Supardi merasa janggal dan mempertanyakan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan insiden di rumahnya hingga mengakibatkan anaknya harus ditangkap polisi.

Padahal di hari yang sama, anak Supardi sudah mendapat panggilan pemeriksaan ke Polres Buleleng namun dari pagi hingga sore hari tidak kunjung diperiksa sehingga anaknya memutuskan kembali ke rumah.

Nah kemudian tadi pagi anak saya dipanggil dari jam sembilan sampai sore dibiarin di Polres. Apa itu yang namanya penyidik memberikan pelayanan kepada masyarakat?” tanyanya dengan sedikit emosi.

“Sehingga anak saya kecewa, karena sampai sore tidak diperiksa, akhirnya pulang, dan malah tadi langsung dibawakan surat penangkapan,” lanjutnya lagi.

“Seolah-olah kasus ini dipaksakan untuk anak saya. Tapi SOP kamu sudah tidak benar dalam melaksanakan proses penyidikan. Datang seperti nyari teroris,” kesalnya.

“Saya taat dengan hukum, tapi kan caranya yang saya tidak terima,” imbuh Kelian Desa Adat Tista itu.

Supardi yang purnawirawan Polri itu pun meminta agar Polres Buleleng bertindak adil dan tidak mempermainkan hukum, agar masyarakat mendapatkan keadilan.

“Kalau hukum dipermainkan seperti ini, kapan masyarakat itu mendambakan keadilan? Kapan akan mendapatkan penanganan hukum yang benar? Kan ini yang namanya kriminalisasi,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Picha Armedi; mengatakan bahwa kasus tersebut sudah P21 alias hasil penyidikan yang sudah lengkap.

Dan dalam waktu dekat akan dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Buleleng.

“Terkait kasus tersebut sudah terbit P21 dari kejaksaan dan penyidik akan melakukan tahap 2 pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan,” ujarnya.

“Sampai saat ini penyidik masih berkomunikasi dengan pihak tersangka agar bisa hadir untuk tahap 2,” jelasnya pada konfirmasi melalui WA pada Selasa, 30 Mei 2023 siang. (fJr/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button