BeritaBulelengDaerahKesehatanPolitik
Trending

Ratusan Warga Pumahan Ikuti Baksoskes BMI Buleleng

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Ratusan warga Banjar Dinas (Dusun) Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng mengikuti Bakti Sosial Kesehatan (Baksoskes) Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Buleleng.

Dalam baksoskes yang berlangsung pada hari Minggu, 11 Juni 2023 pukul 09.00 WITA di Balai Serbaguna Desa Adat Pumahan, tampak warga baik tua dan muda hadir untuk mengikuti kegiatan sosial dari organisasi sayap PDI Perjuangan itu.

Kelian Desa Adat Pumahan, Made Rida; mengharapkan kegiatan sosial yang positif ini dapat terus berlanjut di wilayah Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit karena program tersebut menyentuh langsung ke seluruh lapisan masyarakat.

“Sangat mengapresiasi karena hal yang positif ini sangat diperlukan oleh masyarakat, seluruh lapisan masyarakat. Kalau bisa berharap hal seperti ini berlanjut secara rutin,” ujarnya dengan senyum.

Sementara itu, Ketua DPC BMI Buleleng, Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG., menjelaskan bahwa kesehatan merupakan permasalahan mendasar di masyarakat.

Sehingga pihaknya pun memprioritaskan kesehatan sebagai program ke masyarakat bertajuk BMI Peduli yang juga dalam rangka Bulan Bung Karno.

“Prioritas di kesehatan karena merupakan permasalahan mendasar di masyarakat, karena kalau tidak sehat kita tidak bisa melakukan apa-apa, tidak bisa bermanfaat,” tegas pria yang akrab disapa Dokter Caput.

“Justru karena mendasar menjadi prioritas utama,” tambahnya.

“Ini salah satu agenda dari BMI Buleleng untuk terus turun ke masyarakat peduli terhadap permasalahan salah satunya kesehatan,” lanjutnya.

Pemeriksaan kesehatan oleh Dokter Caput dalam baksoskes yang dilakukan BMI Buleleng di Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng
Pemeriksaan kesehatan oleh Dokter Caput dalam baksoskes yang dilakukan BMI Buleleng di Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Foto: Franz Jr.

Dokter Caput juga mengatakan bahwa program yang mereka miliki tidak hanya tentang kesehatan, melainkan juga peduli alam melalui penanaman pohon, juga kedaulatan pangan melalui budidaya sorgum.

“Kita BMI Buleleng sebenarnya (programnya) tidak hanya dengan baksoskes, namun juga peduli alam dan kedaulatan pangan. Ini terus kita jalankan,” ungkapnya.

Bersamaan dengan itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna; menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan sosial yang berlangsung merupakan agenda rutin baik dari induk partai maupun sayap partai.

BMI Buleleng yang merupakan sayap partai, kata Supriatna, yang juga memiliki program sosial tentunya meneruskan agenda dari induk partai.

Ia juga mengatakan bahwa tahun 2023 yang juga masuk tahun politik, PDI Perjuangan mewajibkan seluruh kadernya untuk turun ke masyarakat guna mensosialisasikan partai hingga Ganjar Pranowo sebagai capres.

“Ini kegiatan rutin di PDI perjuangan, BMI Buleleng yang merupakan sayap partai, pasti meneruskan agenda dari induk partai,” jelasnya. (fJr/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button