BeritaBulelengDaerahHukum dan Kriminal
Trending

Satu Narapidana Lapas Singaraja Terima Remisi Waisak

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Sebanyak satu orang narapidana atau warga binaan Lapas Kelas IIB Singaraja yang beragama Budha menerima Remisi Khusus Hari Raya Waisak Tahun 2023.

Kalapas Singaraja, I Wayan Putu Sutresna; menjelaskan bahwa pemberian remisi ini memperhatikan ketentuan yang diatur dalam UU No. 22 Tahun 2022 tentang Permasyarakatan.

Dalam undang-undang tersebut, juga diatur pemberian remisi kepada narapidana diatur secara terperinci, termasuk pemberian remisi khusus dalam rangka merayakan hari raya agama tertentu.

Pemberian remisi pada hari Senin, 5 Juni 2023, kepada warga binaan Lapas Singaraja itu sebesar 15 hari. Dengan harapan memberikan semangat dan kebahagiaan kepada narapidana.

“Dalam semangat toleransi dan keadilan, Lapas Singaraja memberikan remisi khusus kepada narapidana yang merayakan Hari Raya Waisak,” ujarnya.

“Kami berharap pemberian remisi ini dapat memberikan dampak positif dalam proses rehabilitasi narapidana dan memperkuat ikatan sosial mereka,” lanjut Sutresna.

“Semoga semangat Hari Raya Waisak dapat membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi warga binaan yang merayakannya” tambahnya.

Dari dua orang warga binaan yang beragama Budha di Lapas Singaraja, hanya satu orang yang mendapatkan remisi ini, sedangkan lainnya belum diusulkan karena belum memenuhi syarat.

“Yang mendapat remisi merupakan terpidana kasus perjudian. Kita hanya usulkan satu. Untuk yang lagi satu statusnya masih tahanan, jadi belum memenuhi syarat” jelasnya.

Sutresna menyebutkan bahwa penghuni Lapas Singaraja hingga saat ini sebanyak 295 orang. Jumlah ini pun masuk dalam kategori over kapasitas, karena jumlah normal penghuni hanya 100 orang.

Pihak Lapas Singaraja pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng agar bisa menyediakan lahan untuk pembangunan gedung lapas baru.

Sembari menunggu realisasi itu, Sutresna mengatakan bahwa pihaknya melakukan berbagai cara yang salah satuny melaksanakan program asimilasi rumah.

“Saat ini langkah yang ditempuh untuk mengatasi membludaknya penghuni lapas adalah dengan selektif menerima penitipan tahanan,” katanya.

“Selain itu, kami juga melaksanakan program asimilasi rumah” pungkas Sutresna. (fJr/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button