BeritaBulelengDaerahLingkungan HidupPendidikan
Trending

SMPN 4 Sukasada Buat Paving dari Sampah Plastik

Jadi Duta SMP Buleleng di Ban The Big 5 se-Bali

SINGARAJA, jarrakposbali.com – SMP Negeri (SMPN) 4 Sukasada yang menjadi duta SMP dalam aksi Ban The Big 5 membuat paving dari sampah plastik.

Sekolah ini menjadi satu-satunya sekolah tingkah menengah pertama di Buleleng yang mendapat kepercayaan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng dan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali untuk menyukseskan aksi Ban The Big 5 atau penolakan lima jenis sampah plastik sekali pakai.

Aksi yang sejalan juga dengan Pergub Provinsi Bali No. 97 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Sampah Plastik Sekali Pakai, seperti kantong plastik, sachet, styrofoam, sedotan, dan mircobead.

Inovasi paving dari sampah plastik buatan Putu Lia Sujani, Luh Merta Ningsih, Gusti Made Meliawati, Ni Gusti Ayu Kadek Suartini, Putu Raditya Darma Yudha sebagai upaya pemanfaatan sampah plastik.

Bersama guru pendamping Gusti Putu Tirta dan Putu Agus Sujana, mereka bersama seluruh masyarakat sekolah melakukan aksi pengurangan sampah plastik di SMPN 4 Sukasada seperti penggunaan tumblr, kotak makan, dan gelas ulang pakai di kantin.

Aksi pengurangan pengunaan sampah plastik ini tak hanya untuk peserta didik saja, melainkan juga berlaku bagi guru serta pegawai sekolah.

Pembuatan paving dari sampah plastik ini pun mendapat pantauan dari DLH Buleleng dan PPLH Bali, juga monitoring terkait aksi pengurangan sampah plastik di sekolah selama delapan bulan.

Sekolah dengan nama keren Spenfoursada ini pun mendapat undangan untuk hadir pada puncak acara Jambore Ban The Big 5 se-Bali yang berlangsung pada 14 April 2023 lalu di Wisata Edukasi Subak Teba Majalangu, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar.

Bersama dengan 20 sekolah SD dan SMP lainnya, mereka saling bertukar pengalaman serta berbagi informasi inovasi yang mereka buat di sekolahnya masing-masing, yang salah satunya juga inovasi paving dari sampah plastik karya sekolah yang beralamat di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada itu.

Pada Jambore Ban The Big 5 se-Bali, SMPN 4 Sukasada mendapat penghargaan sebagai yel-yel terbaik kedua.

“Namun itu bukan target kita, yang terpenting sekolah dapat merubah kebiasaan, yaitu tanpa plastik, bisa dibilang sudah mencapai 95% atau nyaris sudah tidak ada sampah plastik,” ujar Gusti Putu Tirta, salah satu guru pendamping dengan bangga.

“Jadi sangat banyak manfaatnya terutama merubah kebiasaan peserta didik yang bebas tanpa plastik,” tambahnya.

Sebagai duta Ban The Big 5, Spenfoursada tak hanya menerapkan aksinya di sekolah sendiri, melainkan juga menyasar sekola-sekolah lain di wilayah Kecamatan Sukasada, melalui sosialisasi program dan pelaksanaan Ban The Big 5.

Hal ini tentu menunjukkan keseriusan sekolah dalam menjalankan program serta mengajak satuan pendidikan lainnya untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman dan asri, sesuai dengan visi SMP Negeri 4 Sukasada. (fJr/hms/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button