Berita

Tak Sesuai Estetika Bali, BPI KPNPA RI Minta Polda Bali Hentikan Sementara Proyek Hotel Magnum Residence Sanur

DENPASAR, jarrakposbali.com ! Proyek pembangunan Hotel Magnum Residence Sanur, Denpasar, Bali ternyata mendapat perhatian serius dari Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggaraan Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia Provinsi Bali ( BPI KPNPA RI Bali ).

BPI KPNPA Bali meminta APH dalam hal ini Polda Bali turun tangan menghentikan pembangunan Hotel Magnum Residence Sanur tersebut karena diduga melanggar aturan dan berdampak buruk terhadap lingkungan serta tidak sesuai dengan estitika Bali.

Bahkan BPI KPNPA Bali segera melayangkan surat pengaduan resmi ke Polda Bali terkait pembangunan hotel tersebut. Surat tersebut saat ini telah dibuat dan segera akan dikirimkan kepada Kapolda Bali, sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

“Ya, kami sudah siapkan surat aduan resmi kepada Bapak Kapolda Bali terkait pembangunan hotel tersebut dan kami minta bapak Kapolda Bali segera menindaklanjutinya,” tegas Putu Sudiartana, Ketua BPI KPNPA Bali, Jumat (15/3/3024) sore.

Menurut mantan anggota Komisi III DPR RI ini, pembangunan Hotel Mangnum Residence Sanur tersebut sangat tidak sesuai dengan estitika Bali. Semestinya pembangunan oleh investor di Bali haruslah sesuai dengan estitika Bali, terlebih itu dilakukan oleh orang asing.

Disamping itu menurut Sudiartana yang juga sebagai Dewan Kebijakan LSM Jarrak Indonesia, dari data yang diperoleh, proyek pembangunan Hotel Magnum Residence Sanur, Denpasar, Bali, konstruksi pembangunannya berjalan tanpa AMDAL. Proyek tersebut telah berjalan sejak bulan Mei 2023.

“Karena itu kami minta Polda Bali untuk menghentikan sementara pembangunan hotel tersebut, sampai proses kelengkapan administrasinya telah terpenuhi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Sudiartana.

Selain pembangunannya diminta dihentikan, Sudiartana juga meminta Polda Bali untuk memeriksa pihak managementnya dan menelusuri sumber dana dari pembangunan hotel tersebut. Karena menurutnya tidak menutup kemungkinan dana yang digunakan untuk membangunan diduga dana yang bermasalah dan jangan sampai dana itu bersumber dari hasil kejahatan atau pencucian uang.

“Ini kami minta ketegasan pihak Polda Bali untuk mengambil langkah hukum terhadap pembangunan hotel itu. Hal ini perlu dilakukan segera agar nantinya tidak menimbulkan persoalan rumit,” tutupnya.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button