BeritaGianyar

30 Perusahaan Ikuti Sosialisasi K3 dan Simulasi APAR di Gianyar

GIANYAR, jarrakposbali.com – Suasana ruang pertemuan di Padma Ubud Resort terasa lebih hidup sejak pagi. Perwakilan 30 perusahaan dari berbagai sektor usaha hadir dengan tujuan yang sama. Mereka ingin memahami kembali praktik keselamatan kerja yang sering kali terlewat dalam rutinitas harian. Momen ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan K3 Nasional Tahun 2026 yang tahun ini mengangkat pentingnya pengelolaan K3 yang profesional dan kolaboratif.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, I Gede Suardana Putra. Cara beliau menyampaikan pesan terasa lugas. Kadang para peserta mengangguk pelan saat ia menyinggung dasar hukum utama keselamatan kerja yang sudah lama menjadi pijakan industri di berbagai daerah.

“Keselamatan dan kesehatan kerja adalah tanggung jawab bersama. Setiap tempat kerja wajib menjamin keselamatan pekerja dan siapa pun yang berada di dalamnya,” ujar Suardana Putra. di Padma Ubud Resort, Selasa (3/2).

Di banyak kasus, perusahaan merasa sudah cukup hanya dengan menyediakan alat pemadam. Dalam kegiatan ini para peserta diajak melihat detail persyaratan pemasangan dan pemeliharaan APAR yang selama ini tidak selalu diperhatikan. Permenaker PER.04/MEN/1980 kembali mendapat sorotan karena menjadi rujukan teknis yang nyata manfaatnya.

“Kepatuhan terhadap norma K3 tidak berhenti di aturan. Ini soal konsistensi perusahaan dalam menjaga ruang kerja tetap aman,” jelas I Putu Adi Widyamika dari Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali.

Simulasi penggunaan APAR menjadi bagian yang paling dinanti. Peserta terlihat serius saat instruktur dari Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Gianyar menjelaskan tahapan dasar penanganan awal kebakaran. Ketika giliran praktik dimulai, suasana menjadi lebih cair karena peserta ingin memastikan teknik mereka benar.

“Latihan seperti ini membantu pekerja lebih percaya diri dalam menghadapi kejadian darurat. Kesiapsiagaan itu kunci,” ungkap salah satu instruktur dalam sesi demonstrasi.

Pada akhirnya kegiatan ini terasa lebih dari sekadar sosialisasi. Peserta tidak hanya pulang dengan pengetahuan baru, tetapi juga dorongan untuk memperbaiki sistem K3 di tempat kerja masing-masing. Diskusi berlangsung aktif hingga sesi terakhir, seolah menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap lingkungan kerja yang aman dan sehat semakin dipahami sebagai investasi jangka panjang bagi perusahaan di Gianyar.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button